MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kepala BPBD Minahasa Utara Theodore Lumingkewas melalui Sekretaris BPBD Gerald Dotulong mengatakan, upaya kesiapsiagaan dilakukan secara terkoordinasi dan lintas sektor.
Dotulong menjelaskan, Bupati Minahasa Utara telah menetapkan status siaga darurat bencana sejak 12 November sebagai respons cepat terhadap informasi awal potensi cuaca ekstrem. Penetapan status tersebut menandai kesiapsiagaan bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Begitu menerima informasi awal, Pak Bupati langsung merespons dengan menetapkan status siaga darurat bencana. Artinya kita semua harus siaga bersama-sama,” ujar Dotulong.
Selain itu, Pemkab Minahasa Utara juga telah mengeluarkan imbauan resmi yang ditandatangani langsung oleh Bupati dan disebarluaskan hingga ke tingkat desa. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BMKG, hingga PVMBG untuk memetakan potensi risiko yang mungkin terjadi.
“Setiap peringatan dini, khususnya terkait potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem, langsung kami sebarkan secepatnya ke masyarakat,” katanya.
Penyebaran informasi dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk grup WhatsApp yang melibatkan seluruh camat, hukum tua, dan aparatur sipil negara (ASN). Aparat desa juga diminta aktif menyampaikan imbauan kepada warga, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi yang tersedia.
Menurut Dotulong, peringatan dini menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana. “Yang paling penting adalah peringatan dini. Jangan sampai terjadi bencana besar tanpa adanya peringatan, karena itu biasanya menimbulkan korban dan kerugian besar,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini upaya tersebut dinilai efektif. Beberapa kejadian bencana memang sempat terjadi, namun dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada korban bencana, apalagi korban meninggal dunia,” pungkas Dotulong. (Del)
Editor : Ridel Palar