Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pemkab Minut Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Ridel Palar • Senin, 29 Desember 2025 | 16:53 WIB
Pengecekan-Asisten III Setda Minut, Yossy Kawengian dan Kaban BPBD Minut Theodore Lumingkewas  beserta forkopimda saat melakukan pengecekan kendaraan.
Pengecekan-Asisten III Setda Minut, Yossy Kawengian dan Kaban BPBD Minut Theodore Lumingkewas beserta forkopimda saat melakukan pengecekan kendaraan.

 

MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar apel dan gladi kesiapsiagaan terhadap bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, Senin (29/12).

 

Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin oleh Bupati Minahasa Utara yang diwakili Asisten III Setda Minut, Yossy Kawengian. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan menghadapi potensi bencana.

 

Dalam sambutan Bupati Minahasa Utara yang dibacakan Asisten III, disampaikan bahwa gladi kesiapsiagaan merupakan langkah penting dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi maupun vulkanologi yang berpotensi terjadi di wilayah Minahasa Utara.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan respons dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi potensi bencana, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Kawengian membacakan sambutan bupati.

Photo
Photo

Ditegaskan pula bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Konsep Indonesia Tangguh Bencana hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa.

 

Dalam momentum tersebut, terdapat tiga poin penting yang menjadi perhatian bersama. Pertama, sinergitas dan kolaborasi, di mana kesiapsiagaan bencana tidak hanya menguji kecepatan respons, tetapi juga kekompakan lintas sektor dalam satu komando terpadu.

 

Kedua, responsif dan adaptif, yang menuntut setiap instansi memahami risiko sektoral masing-masing, dengan BPBD sebagai motor koordinasi utama agar mampu menyesuaikan rencana dan tindakan sesuai dinamika di lapangan.

 

Ketiga, pemberdayaan masyarakat, di mana kekuatan utama penanggulangan bencana berada di tingkat desa dan komunitas. Pemerintah daerah mendorong pembentukan desa tangguh bencana, keluarga tangguh bencana, kader siaga, serta edukasi publik yang berkelanjutan.

 

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa menghindari bencana, namun kita bisa meminimalkan dampaknya jika kita siap,” tegasnya.

 

Melalui kegiatan apel dan gladi kesiapsiagaan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap komitmen dan kapasitas seluruh pihak semakin kuat dalam melindungi masyarakat, mencegah korban jiwa, serta membangun ketahanan daerah yang berkelanjutan. (Del)

 

Editor : Ridel Palar