Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Cuaca Ekstrem Landa Minut, Puluhan Rumah Warga Pesisir Terdampak

Ridel Palar • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:52 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID—Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Selasa (6/1). Dampaknya, sejumlah wilayah mengalami kerusakan akibat gelombang air pasang, pohon tumbang, hingga robohnya tiang listrik.

 

Berdasarkan informasi yang dirangkum, sedikitnya 50 rumah warga di wilayah pesisir terdampak gelombang air laut pasang. Dari jumlah tersebut, 22 rumah mengalami rusak sedang, lima rumah rusak parah, dan 23 rumah rusak ringan. Peristiwa ini terjadi di Desa Gangga 1, Kecamatan Likupang Barat, sekitar pukul 19.00 Wita.

 

Selain itu, air laut juga dilaporkan masuk ke pemukiman warga di Desa Tambun, Kecamatan Likupang Barat, akibat angin kencang dan gelombang laut tinggi. Kondisi ini membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

 

Tak hanya di wilayah pesisir, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik yang menghalangi akses jalan dan menimpa rumah warga, serta mengakibatkan robohnya tiang listrik.

Photo
Photo

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas, saat diwawancarai Manado Post di kantornya, Rabu (7/1), menjelaskan bahwa laporan pohon tumbang terjadi di sejumlah kecamatan.

 

“Untuk pohon tumbang, laporan masuk dari Kecamatan Wori, tepatnya di Desa Pontoh dan Talawaan Bantik. Kemudian di Desa Dimembe, Kecamatan Dimembe, ada dua titik. Untuk wilayah pesisir, laporan masuk dari Desa Gangga 1 dan Desa Tambun,” ujar Lumingkewas.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kecamatan masih melakukan pendataan dan verifikasi ulang terhadap rumah dan warga terdampak di tingkat desa dan kelurahan. Selanjutnya, BPBD akan menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah penanganan dan rencana bantuan.

 

“Sesuai instruksi Pak Bupati melalui Sekda, kami akan mengadakan rapat untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, termasuk rencana bantuan bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

 

Terkait dampak di Desa Gangga 1, Lumingkewas menerangkan bahwa kerusakan terjadi akibat gelombang air pasang yang cukup tinggi.

 

“Air laut naik dan menghantam rumah warga, terutama bagian dapur. Kondisi ini diperparah karena tidak adanya pemecah ombak, sehingga gelombang langsung masuk ke pemukiman,” katanya.

Photo
Photo

BPBD Minahasa Utara juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Warga diminta mewaspadai jalur rawan longsor seperti ruas Sawangan–Tanggari, WWangurer-Paslaten-Batu, serta jalur utama Manado–Bitung yang kerap terjadi pohon tumbang.

 

“Kami juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir agar lebih waspada, memantau informasi cuaca dari BMKG dan BPBD, serta menjaga kebersihan drainase untuk mencegah genangan dan banjir,” pungkasnya. (Del)

 

Editor : Ridel Palar