MANADOPOST.ID—Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar kegiatan donor darah yang dipusatkan di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengantisipasi menipisnya stok darah pasca perayaan Natal dan Tahun Baru, yang biasanya diikuti dengan tingginya kebutuhan darah di rumah sakit.
Kepala UPTD PMI Minahasa Utara, Harrold Sepang, mengatakan bahwa bulan Desember hingga Januari merupakan periode fluktuasi pendonor. Pada masa tersebut, stok darah cenderung menurun sementara permintaan dari rumah sakit jejaring justru meningkat.
“Pasca Natal dan Tahun Baru, stok darah di PMI sangat minim, sedangkan permintaan dari rumah sakit cukup tinggi. Karena itu, kami melaksanakan kegiatan donor darah ini sebagai langkah pemenuhan kebutuhan,” ujar Sepang.
Ia menjelaskan, kegiatan donor darah kali ini terlaksana berkat kerja sama dengan Aktivis Minahasa Utara William Luntungan. Dari kegiatan tersebut, PMI Minut berhasil mengumpulkan lebih dari 30 kantong darah, yang berasal dari tenaga outsourcing Rompi Orange serta sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut berpartisipasi.
Menurut Sepang, kondisi fluktuasi pendonor merupakan fenomena yang umum terjadi di Indonesia, terutama setelah perayaan hari besar keagamaan maupun saat bulan puasa. Sementara itu, kebutuhan darah di PMI Minut dalam satu bulan rata-rata mencapai 300 hingga 400 kantong, bahkan idealnya hingga 500 kantong agar berada pada kondisi aman.
“Sesuai standar WHO, kebutuhan darah minimal adalah 2 persen dari jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Minahasa Utara sekitar 250 ribu jiwa, kebutuhan darah kita memang berada di kisaran itu. Namun stok darah sifatnya tidak tetap, kadang berlebih, tapi di bulan berikutnya bisa sangat kurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, permintaan darah terbesar berasal dari rumah sakit di wilayah Minahasa Utara, seiring dengan tingginya kebutuhan transfusi bagi pasien.
Sementara itu, Aktivis Minahasa Utara William Luntungan menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kekurangan stok darah di awal tahun 2026.
“Kami dihubungi oleh PMI Minahasa Utara bahwa stok darah sedang menipis. Karena itu kami tergerak untuk membantu, apalagi ini juga sejalan dengan program kemanusiaan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan JG-KWL,” ungkap Luntungan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah, karena selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri.
“Banyak masyarakat yang masih takut atau khawatir ada efek samping. Padahal setelah saya rutin donor darah, justru terasa manfaatnya. Saya bernazar minimal tiga sampai empat kali dalam setahun melakukan donor darah,” tutupnya.(Del)
Editor : Ridel Palar