MANADOPOST.ID— Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mendapatkan program bantuan 1.000 unit rumah merupakan buah dari kreativitas pemerintah daerah dalam menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Joune Ganda saat menanggapi masuknya Minahasa Utara sebagai satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.000 unit dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Program 1.000 rumah ini tentu sangat baik. Bahkan untuk Sulawesi Utara, Minahasa Utara menjadi daerah yang mendapat jumlah terbesar. Ini juga merupakan hasil kerja bersama, termasuk komunikasi dan koordinasi ke luar daerah bersama Pak Gubernur,” ujar Joune.
Ia mengakui, sejak awal pihaknya telah menyadari adanya pengurangan alokasi dana transfer ke daerah. Karena itu, pemerintah kabupaten dituntut untuk lebih kreatif, baik dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam membangun hubungan dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
“Pemerintah daerah harus kreatif. Kita mulai menggali lagi potensi-potensi PAD yang bisa digerakkan. Selain itu, kita juga harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga,” jelasnya.
Joune juga menyinggung peran strategis Gubernur Sulawesi Utara yang terus mendorong para kepala daerah untuk memanfaatkan jejaring dan akses pemerintah provinsi ke pemerintah pusat.
“Pak Gubernur menyampaikan kepada kami para kepala daerah, silakan manfaatkan nama beliau untuk mendapatkan program dari kementerian dan lembaga. Dan itu benar-benar kami rasakan manfaatnya. Program-program yang kami terima tidak terlepas dari arahan dan dukungan beliau,” ungkap Joune.
Lebih lanjut, Joune berharap program-program lain yang saat ini masih terus diupayakan dari pemerintah pusat dapat terealisasi, sehingga mampu menutupi berkurangnya alokasi anggaran daerah tanpa menurunkan kualitas pelayanan publik.
“Dengan program-program dari pusat, beban APBD Minahasa Utara bisa dikurangi, namun kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap meningkat. Baik dalam bentuk fasilitas, infrastruktur, maupun program yang langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Menurut Joune, program BSPS atau bedah rumah menjadi contoh nyata program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni agar dapat diperbaiki menjadi rumah layak huni.
“Program ini sangat berdampak karena langsung dinikmati masyarakat. Selain meningkatkan kualitas hidup, bedah rumah juga berkontribusi menurunkan angka kemiskinan, karena kondisi rumah merupakan salah satu indikator dalam pengukuran kemiskinan,” pungkas Joune.(Del).
Editor : Ridel Palar