MANADOPOST.ID—Upaya mendukung ketahanan pangan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Salah satunya melalui kegiatan panen padi ladang yang dilaksanakan di Desa Kolongan Tetempangan, Kecamatan Kalawat, Jumat (23/1/2026).
Padi ladang tersebut ditanam sejak 1 Oktober 2025 di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare dengan memanfaatkan anggaran Dana Desa Tahun 2025. Hasil panen dinilai cukup baik dan berhasil, menjadi bukti nyata efektivitas program ketahanan pangan berbasis desa.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Minut, Umbase Mayuntu, yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola program tersebut.
“Hari ini kami bersama jajaran, termasuk Kadis Pertanian, Camat Kalawat, dan Hukum Tua, melaksanakan panen padi ladang. Ini adalah bagian dari program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” ujar Mayuntu.
Ia menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terlebih dengan jumlah penduduk Minahasa Utara yang telah mencapai sekitar 250 ribu jiwa.
“Minahasa Utara memiliki tanah yang subur dan potensi pertanian yang besar. Tinggal bagaimana kita membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mengolah lahan, karena ketahanan pangan adalah kebutuhan dasar manusia,” tambahnya.
Mayuntu juga mengimbau para camat, hukum tua, dan perangkat desa agar terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk kegiatan pertanian, baik tanaman pangan maupun hortikultura. Hal ini dinilai penting untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara, Bertha Katuuk, mengatakan pihaknya terus memberikan dukungan melalui bantuan benih padi ladang, padi sawah, dan jagung pada tahun 2025, serta merencanakan bantuan lanjutan pada tahun 2026.
“Kami juga mendorong petani untuk berkelompok agar bisa mengakses pupuk bersubsidi. Pengawasan distribusi pupuk dilakukan melalui komisi pupuk dan kios resmi yang telah ditunjuk,” jelas Katuuk.
Camat Kalawat, Agustinus Dondokambey, menambahkan bahwa di wilayahnya terdapat 12 desa yang aktif melaksanakan program ketahanan pangan. Total lahan pertanian padi di Kecamatan Kalawat mencapai sekitar 14 hingga 15 hektare, mencakup padi ladang dan padi sawah.
“Kami di kecamatan terus memantau dan mengawal penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan agar berjalan berkelanjutan. Harapannya, mimpi Minahasa Utara menuju swasembada pangan dapat terwujud,” pungkasnya.(Del)
Editor : Ridel Palar