MANADOPOST.ID — Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara menggelar Ilong Marendeman Festival atau Festival Saling Menyayangi di Hotel Sutan Raja, Selasa (3/2), sebagai upaya memperkuat nilai kasih, persaudaraan, serta pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.
Kegiatan budaya tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas seni, serta pelaku pariwisata. Sambutan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dibacakan Sekretaris Daerah Novly Wowiling.
Dalam sambutan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival yang dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat identitas dan karakter masyarakat Minahasa Utara.
“Ilong Marendeman mengajarkan kita untuk saling menghargai, saling menolong, dan saling menguatkan. Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri, tetapi dalam kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Wowiling membacakan sambutan bupati.
Menurutnya, nilai kasih dan solidaritas menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial, terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin individualistis. Budaya lokal, kata dia, harus tetap dijaga sebagai jati diri sekaligus arah masa depan daerah.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memandang pelestarian budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, serta nilai luhur masyarakat.
Festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata budaya. Melalui kegiatan seni dan adat, masyarakat tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
“Budaya adalah kekuatan sosial sekaligus potensi ekonomi. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung kegiatan adat dan budaya sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan,” lanjutnya.
Di akhir kegiatan, dilakukan prosesi pemberian wuyang atau kain adat dari Sekda Minut kepada Kepala Dinas Pariwisata Femmy Pangkerego sebagai tanda penghormatan menjelang purna tugas.
Festival Ilong Marendeman diharapkan menjadi simbol persatuan, toleransi, dan harmoni sosial, sekaligus mempertegas komitmen Minahasa Utara sebagai daerah yang berbudaya, rukun, dan sejahtera.(Del)
Editor : Ridel Palar