MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas Perikanan terus memperkuat sektor perikanan budidaya air tawar sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Tahun ini, bantuan sarana prasarana, pakan, serta bibit ikan nila mulai disalurkan kepada kelompok-kelompok pembudidaya di sejumlah kecamatan sentra produksi.
Kepala Dinas Perikanan Minut, Jack Paruntu SE, MPd mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI.
“Pembudidaya kita berdayakan dengan bantuan sarana, prasarana, pakan, dan bibit ikan nila. Karena sektor ini sangat menunjang ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar Paruntu.
Ia menjelaskan, bantuan difokuskan kepada kelompok pembudidaya air tawar yang sudah terdaftar dan berada di bawah pembinaan penyuluh perikanan. Penyaluran dilakukan berdasarkan inventarisasi kebutuhan serta proposal dari masing-masing kelompok.
Sejumlah wilayah yang menjadi sentra produksi antara lain Kecamatan Dimembe, Talawaan, Kauditan, Airmadidi, hingga Kalawat. Bahkan beberapa desa seperti Desa Tumaluntung, Desa Warukapas, dan Desa Tatelu telah berkembang sebagai sentra pembenihan nila dengan standar kualitas baik.
“Kelompok-kelompok ini akan kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kurang lebih tujuh sampai delapan kelompok yang menerima,” jelasnya.
Menurut Paruntu, komoditas nila dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi, mudah dibudidayakan, serta stabil dari sisi harga pasar. Ikan nila dinilai mampu menjadi penyeimbang inflasi ketika harga komoditas lain melonjak.
“Nila ini relatif tahan harga. Saat harga pangan lain naik, ikan nila bisa menahan. Jadi sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Selain pembudidaya air tawar, Dinas Perikanan juga tetap memberi perhatian kepada nelayan tangkap melalui bantuan perlengkapan seperti cool box, freezer, dan sarana penyimpanan ikan, meski jumlahnya disesuaikan dengan keterbatasan anggaran.
Paruntu menegaskan, bantuan yang diberikan bersifat stimulan agar kelompok bisa mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah.
“Kita pancing supaya mereka berkembang sendiri. Jangan hanya menunggu bantuan. Targetnya pembudidaya bisa mandiri, bahkan memproduksi bibit sendiri,” tegasnya.
Ia berharap program tersebut mampu menjaga produktivitas kolam-kolam budidaya agar tidak beralih fungsi, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan pedesaan.
“Dengan perikanan yang kuat, pangan aman, ekonomi jalan, dan inflasi bisa terkendali. Itu yang kita harapkan,” pungkas Paruntu.(Del)
Editor : Ridel Palar