MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Kali ini, Pemkab menggandeng Yayasan Segitiga Non Sampah dalam upaya meningkatkan pengelolaan dan pendaurulangan sampah, sekaligus mendukung program nasional Gerakan Indonesia Asri.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penyerahan perlengkapan kerja (warepack) kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai bentuk dukungan operasional pengelolaan sampah di lapangan.
Ketua Yayasan Segitiga Non Sampah, Amelia Tungka, mengatakan kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar persoalan sampah dapat ditangani secara sistematis, mulai dari pemilahan hingga daur ulang.
“Sejalan dengan pencanangan program Indonesia Asri oleh Presiden, kabupaten dan kota harus lebih giat dalam pengelolaan persampahan. Kami ingin mengajak Pemkab Minut bekerja sama supaya sampah bisa didaur ulang dengan baik dan benar. Sampah organik pun bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Amelia.
Menurutnya, pengolahan sampah tidak lagi sebatas pembuangan akhir, tetapi harus diarahkan menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Klabat, Lidya Katuuk, menegaskan pihaknya siap bersinergi penuh dengan pemerintah daerah dan yayasan dalam memperkuat sistem persampahan di Minut.
“Kami mendukung penuh program Indonesia Asri. Selama ini kami sudah melakukan monitoring dan pengangkutan sampah dari sumber hingga ke TPA. Ke depan, kami ingin memperkuat sinergi dengan Yayasan Segitiga Non Sampah agar pengelolaan lebih tertib dan terkendali,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengolahan akan difokuskan pada dua kategori utama, yakni sampah plastik dan organik. Sampah plastik akan didaur ulang, sedangkan sampah organik diolah menjadi produk turunan seperti pupuk kompos maupun pakan ternak.
“Kami ingin bukan hanya plastik yang diolah, tapi juga sampah organik supaya semuanya punya nilai guna,” tambah Katuuk.
Di sisi lain, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minut, Sefferson Sumampouw, menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan program lokal Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JGKWL) yang telah berjalan sejak 2021. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan mitra profesional.
“Pemda paham pengelolaan lingkungan butuh kolaborasi. Karena itu kami menggandeng Yayasan Segitiga Non Sampah yang sudah lama bergerak dan punya pengalaman. Rencananya kerja sama ini akan diformalkan melalui penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama,” ungkapnya.
Penandatanganan tersebut ditargetkan terlaksana dalam waktu dekat, bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional.
Tak hanya wilayah daratan, program ini juga akan menyasar kawasan kepulauan, termasuk Pulau Bangka, guna mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis kebersihan lingkungan.
“Kebersihan adalah kunci utama sebelum pariwisata berkembang maksimal. Jadi pengelolaan sampah harus ditata serius dari sekarang,” tandas Sumampouw.
Dengan kolaborasi ini, Pemkab Minut berharap pengelolaan sampah semakin modern, terintegrasi, serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.(Del)
Editor : Ridel Palar