MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mulai mewajibkan pemeriksaan kesehatan atau medical check up bagi seluruh pejabat eselon II. Langkah ini merupakan instruksi langsung Bupati Joune Ganda untuk memastikan kondisi fisik aparatur tetap prima demi menunjang pelayanan publik.
Pemeriksaan kesehatan dipusatkan di RSUD Maria Walanda Maramis Airmadidi dan telah berjalan sejak awal pekan ini, dengan melibatkan jajaran pejabat strategis di lingkungan Pemkab Minut.
Bupati Joune Ganda menegaskan, kesehatan pejabat publik menjadi fondasi utama efektivitas kerja pemerintahan.
“Kita ingin memastikan para pejabat tetap sehat, kuat, dan prima sehingga pelayanan kepada masyarakat Minahasa Utara bisa berjalan maksimal,” tegas Joune.
Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, dr. Alain Vincent Beyah, menjelaskan hingga hari pertama pelaksanaan sudah belasan pejabat mengikuti pemeriksaan.
“Sampai sekitar pukul 14.00 WITA, kurang lebih 12 pejabat sudah menjalani pemeriksaan, termasuk Sekretaris Daerah dan beberapa pejabat eselon II. Ini bagian dari arahan pimpinan daerah untuk memastikan kesiapan pelayanan,” ujar dr. Alain.
Ia mengatakan, pemeriksaan meliputi pengecekan fisik umum, tekanan darah, hingga tes lanjutan laboratorium sesuai kebutuhan medis.
“Kalau pemimpinnya sehat, tentu pelayanan publik akan lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Minut Novly Wowiling menyebut kebijakan skrining kesehatan dilatarbelakangi dua hal utama, yakni aspek kesehatan aparatur dan produktivitas kerja.
“Ini dilatarbelakangi dua hal, kesehatan ASN dan produktivitas serta pencapaian kinerja optimal. Kesehatan yang baik tentu memberi dampak terhadap kinerja optimal seluruh ASN Minahasa Utara,” jelas Wowiling.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah preventif sekaligus antisipasi terhadap dinamika kesehatan global maupun nasional.
“Pak Bupati mendorong semua ASN, diawali pejabat eselon II lalu berjenjang ke eselon III dan IV, untuk melakukan skrining kesehatan. Ini juga langkah antisipatif terhadap fenomena kesehatan global, meski belum mengkhawatirkan,” ujarnya.
Wowiling menambahkan, tahap pertama pemeriksaan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, dengan sejumlah tahapan skrining.
“Pemeriksaan meliputi penilaian performa umum, penampakan fisik, pengecekan tekanan darah, lalu dilanjutkan skrining lanjutan. Jika diperlukan, ada pengambilan darah untuk pemeriksaan lebih detail,” katanya.
Ia mengaku telah mengikuti pemeriksaan sejak pagi hari sebagai bentuk keteladanan bagi jajaran ASN.
“Semua ini untuk memastikan seluruh ASN benar-benar sehat dan siap memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat Minahasa Utara,” tandasnya.
Melalui program pemeriksaan berkala ini, Pemkab Minut berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, responsif, dan didukung aparatur yang bugar secara fisik. (Del)
Editor : Ridel Palar