Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

RSUD Maria Walanda Maramis Benahi Fasilitas, Tambah Layanan Rehab Medik dan Hemodialisa

Ridel Palar • Kamis, 19 Februari 2026 | 17:29 WIB
Alain Beyah
Alain Beyah

 

MANADOPOST.ID — RSUD Maria Walanda Maramis terus melakukan pembenahan fasilitas dan peningkatan layanan kesehatan sepanjang 2026. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, dr Alain Beyah, di ruang kerjanya, Kamis (19/2).

 

Menurut Beyah, sejumlah ruang pelayanan telah direnovasi, termasuk kamar VIP dan ruang rawat inap kelas III yang kini disesuaikan dengan standar KRIS (Kamar Rawat Inap Standar) BPJS Kesehatan.

 

“Untuk ruang rawat inap kelas III sudah mengikuti standar KRIS. Mulai dari panel oksigen, tirai pembatas, penghawaan, pencahayaan, nakas, hingga tempat tidur sudah dilengkapi sesuai ketentuan,” jelasnya.

 

Selain itu, renovasi juga dilakukan pada ruang Klinik Rehabilitasi Medik yang kini telah dipindahkan ke lokasi baru di lantai bawah gedung rumah sakit. Pemindahan ini dilakukan secara bertahap guna meningkatkan kenyamanan pasien.

 

“Rehab medik akan menjadi salah satu pelayanan unggulan ke depan. Tahun ini kita fokus penguatan di situ,” ujar Beyah.

 

Ia menambahkan, RSUD juga menghadirkan sejumlah alat kesehatan (alkes) baru untuk mendukung layanan rehabilitasi medik. Di antaranya alat terapi estetik untuk berbagai keluhan kulit seperti jerawat, flek hitam, hingga bekas herpes, serta perangkat Short Wave Diathermy (SWD), microwave diathermy, alat traksi untuk gangguan tulang belakang, dan terapi patah tulang.

 

Di sektor radiologi, rumah sakit kini telah memiliki tambahan alat USG. Sementara untuk CT Scan, Beyah mengakui alat lama dalam kondisi rusak dan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

 

“Kami sudah komunikasi dengan Wamenkes terkait bantuan CT Scan. Mudah-mudahan segera terealisasi,” katanya.

 

Tak hanya itu, RSUD juga tengah mempersiapkan layanan hemodialisa (cuci darah) melalui skema kerja sama operasional (KSO) dengan pihak swasta. Dalam kerja sama ini, rumah sakit tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat.

 

“Rumah sakit tidak mengeluarkan biaya untuk alat hemodialisa. Pihak ketiga yang menyiapkan alat, kami menyediakan SDM,” ungkap Beyah.

 

Saat ini, dokter spesialis masih menjalani program fellowship, sementara perawat khusus hemodialisa telah menyelesaikan pelatihan. Layanan tersebut ditargetkan segera beroperasi setelah seluruh persiapan rampung.

 

Selain penguatan layanan medis, RSUD juga menambah dua unit genset masing-masing berkapasitas 250 KVA serta dua unit UPS berkapasitas 100 KVA guna menjamin kestabilan listrik di rumah sakit.

 

Ke depan, rumah sakit juga telah menganggarkan rehabilitasi ringan untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Radiologi yang direncanakan mulai triwulan II tahun ini.

 

“Semua ini bagian dari komitmen kami meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tandas Beyah.(Del). 

 

Editor : Ridel Palar