MANADOPOST.ID — Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang juga Anggota DPRD Minut, Yodi Longdong, menyampaikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL).
Menurut Yodi, kepemimpinan JG-KWL menunjukkan konsistensi dalam menjalankan kerja politik yang berpihak pada kepentingan rakyat serta sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan.
“Pembangunan harus berdiri di atas kepentingan rakyat. Dalam satu tahun periode kedua ini, JG-KWL memperlihatkan komitmen terhadap masyarakat kecil, penguatan ekonomi daerah, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Yodi, Februari 2026.
Ia menegaskan, sebagai partai ideologis yang berakar pada ajaran Bung Karno tentang Trisakti — berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan — PDI Perjuangan melihat arah pembangunan Minut berada pada jalur yang tepat.
Yodi menilai sejumlah program yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, hingga penguatan UMKM merupakan bentuk nyata politik anggaran yang pro-rakyat.
Menurutnya, kegiatan jalan sehat dan ibadah syukur dalam rangka satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Bagi PDI Perjuangan, kekuasaan adalah alat perjuangan untuk menghadirkan kesejahteraan. Karena itu program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat harus terus diperkuat,” tegasnya.
Yodi juga menyoroti upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah menuju kemandirian fiskal.
Ia menilai daerah yang kuat adalah daerah yang mampu mengelola potensi sendiri, menarik investasi strategis, serta memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membiayai pembangunan.
“Kemandirian fiskal bukan sekadar soal angka PAD, tetapi tentang kemampuan daerah menentukan arah pembangunan secara mandiri demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Terkait investasi, Yodi menekankan pentingnya orientasi pada penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta perlindungan lingkungan dan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan berkeadilan. Investasi yang masuk harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa Utara,” katanya.
Melihat tren pembangunan dan posisi strategis daerah, Yodi optimistis Minahasa Utara memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi kuat di Sulawesi Utara.
Ia mendorong penguatan ekonomi berbasis desa, hilirisasi potensi pariwisata dan perikanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan.
“Minahasa Utara harus maju dengan identitasnya sendiri, kuat secara ekonomi, berdaulat dalam kebijakan, dan tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” tandasnya. (Del)
Editor : Ridel Palar