MANADOPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menggulirkan inovasi Pasar Murah Layani Warga Kepulauan (Pahlawan) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan akses bahan pokok bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda melalui Kepala Dinas Perdagangan Minut, Maximelian Tapada, mengatakan program Pahlawan merupakan turunan dari inovasi Koin Perak Lapis mas (Kios Inflasi Perdagangan Antar Kecamatan Layani Pembeli Sembako Masyarakat).
“Kalau Koin Perak Labismas itu mencakup daratan dan kepulauan secara umum, Pahlawan ini lebih difokuskan khusus untuk wilayah kepulauan agar masyarakat tidak jauh dari akses bahan pokok,” ujar Tapada.
Ia menjelaskan, meski wilayah kepulauan dikenal sebagai sentra perikanan, kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada ikan. Warga juga membutuhkan komoditas lain seperti daging ayam, telur, dan daging sapi.
“Tahun lalu ada sembilan bahan pokok yang kami salurkan. Ternyata masyarakat kepulauan juga membutuhkan daging ayam, telur, bahkan daging sapi. Jadi pelayanan kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Program Pahlawan sebelumnya telah diuji coba pada awal Desember lalu dan mendapat respons positif dari masyarakat di 18 desa yang tersebar di enam pulau.
“Masyarakat merespon sangat baik. Selama ini mungkin mereka jarang tersentuh program seperti ini. Sekarang mereka bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga murah,” katanya.
Warga dari Kinabuhutan misalnya, datang ke Talise maupun Pulau Bangka untuk mendapatkan bahan pokok bersubsidi tersebut.
Untuk tahun 2026, program Pahlawan direncanakan kembali berjalan pada Maret, kemungkinan setelah Idulfitri.
“Rencananya mulai bulan Maret ini. Tahap awal kita fokus di daratan dulu, direncanakan mulai tanggal 2, tentu dengan melihat kondisi cuaca dan laut,” ungkap Tapada.
Ia menegaskan, distribusi akan menjangkau wilayah daratan hingga kepulauan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, khususnya di momentum Ramadan dan pasca-Lebaran.
Pemkab Minahasa Utara berharap inovasi ini mampu memperkuat pengendalian inflasi daerah sekaligus menghadirkan keadilan akses pangan bagi masyarakat kepulauan. (Del)
Editor : Ridel Palar