MANADOPOST.ID—Pemerintah Kabupaten Gorontalo melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Minut, Kamis (5/3).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Gorontalo diterima jajaran Pemkab Minut yang diwakili Asisten II Setda Minut, Robby Parengkuan. Sementara dari pihak Gorontalo dipimpin Asisten I Setda Kabupaten Gorontalo, Nawir Tondako, bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam pertemuan tersebut, Nawir Tondako menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor antara kedua daerah.
“Kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerja sama di berbagai bidang. Kami ingin mendapatkan informasi dan bertukar pengalaman terkait pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujar Tondako.
Ia menjelaskan, Kabupaten Gorontalo memiliki kondisi geografis yang hampir sama dengan Minahasa Utara, yakni memiliki kawasan pegunungan serta wilayah pesisir. Hal ini membuka peluang kerja sama di sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata.
Menurutnya, saat ini Kabupaten Gorontalo juga sedang mendorong pengembangan sektor perkebunan dan industri berbasis komoditas lokal seperti kelapa. Karena itu, pihaknya ingin mempelajari potensi dan pengalaman Minahasa Utara dalam pengembangan sektor tersebut.
Selain itu, kata dia, kerja sama antar daerah menjadi penting di tengah keterbatasan fiskal daerah. Kolaborasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperkuat pembangunan dan perekonomian masing-masing wilayah.
“Kita ingin mempererat kerja sama antar daerah, apalagi Gorontalo dan Sulawesi Utara memiliki hubungan historis yang erat. Dengan kolaborasi ini, diharapkan bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang di wakili Asisten II Setda Minut, Robby Parengkuan, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar informasi terkait tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, salah satu hal yang ingin dipelajari oleh Pemkab Gorontalo adalah sistem tata kelola keuangan di Minahasa Utara, termasuk penerapan pembayaran non-tunai hingga ke perangkat desa serta capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK.
“Mereka ingin mengetahui bagaimana tata kelola pemerintahan di Minahasa Utara, termasuk sistem pembayaran non-tunai sampai ke tingkat desa dan pengelolaan keuangan daerah,” ungkap Parengkuan.
Di sisi lain, Pemkab Minut juga mengusulkan kerja sama di sektor pangan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan beras.
“Kami juga mengusulkan kerja sama antar daerah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan beras. Jika ada kerja sama, kebutuhan beras di Minahasa Utara dapat difasilitasi oleh Kabupaten Gorontalo,” jelasnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua daerah untuk memperkuat sinergi pembangunan melalui kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis. (Del)
Editor : Ridel Palar