Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pasar Murah Bersubsidi Digelar di Warukapas, Warga Serbu Sembako Murah

Ridel Palar • Selasa, 17 Maret 2026 | 18:35 WIB

Pasar Murah-Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara Maximelian Tapada saat melayani masyarakat yang datang ke Pasar Murah di Desa Warukapas.
Pasar Murah-Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara Maximelian Tapada saat melayani masyarakat yang datang ke Pasar Murah di Desa Warukapas.

 

MANADOPOST. ID– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kembali menggelar pasar murah bersubsidi, kali ini dipusatkan di Balai Pertemuan Umum Wanua Warukapas, Desa Warukapas, Kecamatan Dimembe, Selasa (17/3/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam rangka membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi daerah.

 

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dari pasaran, di antaranya minyak goreng Rp12.000 per liter, beras premium Rp44.500 per 5 kilogram, tepung terigu Rp6.500 per kilogram, gula pasir Rp9.300 per kilogram, telur ayam Rp53.000 per baki, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, serta daging ayam Rp30.000 per ekor.

 

Camat Dimembe Ansye Dengah didampingi Hukum Tua Desa Warukapas Julian Jacobus Kamagi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas pelaksanaan pasar murah tersebut.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati serta Dinas Perdagangan karena kegiatan ini sangat membantu masyarakat,” ujar Dengah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara Maximelian Tapada menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program yang dilaksanakan di 10 kecamatan.

 

“Hari ini merupakan pelaksanaan di kecamatan kelima. Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” jelas Tapada.

 

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah harga komoditas di pasaran mulai mengalami kenaikan signifikan, seperti cabai rawit yang mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram serta daging sapi yang berada di kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

 

Karena itu, melalui pasar murah ini pemerintah menghadirkan berbagai komoditas dengan harga lebih rendah. Di lokasi kegiatan, disiapkan sekitar 400 sak beras premium (sekitar 2 ton), 100 baki telur, 250 liter minyak goreng, 160 kilogram tepung terigu, 160 kilogram gula pasir, 80 kilogram bawang merah, 70 kilogram bawang putih, serta 100 ekor ayam.

 

Tak hanya itu, penjualan daging sapi juga dilakukan dengan harga subsidi sekitar Rp120 ribu per kilogram, jauh di bawah harga pasar, dan langsung habis diserbu masyarakat.

 

Tapada menambahkan, program pasar murah ini terbukti efektif dalam menekan inflasi. Pada tahun 2024, Minahasa Utara mencatat inflasi terendah secara nasional, sementara pada 2025 berada di angka 0,2 persen, dan pada awal 2026 masuk lima besar terendah di Indonesia.

 

“Dampaknya juga terlihat pada penurunan angka kemiskinan dari 6,95 persen menjadi 6,05 persen,” ungkapnya.

 

Ke depan, program ini akan dilanjutkan di lima kecamatan lainnya, termasuk wilayah kepulauan. Pemerintah bahkan menargetkan distribusi sekitar 9 ton beras untuk enam pulau di Minahasa Utara setelah Idulfitri.

 

“Program ini akan terus dilaksanakan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (Del) 

Editor : Ridel Palar