Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Haru Ibadah Duka Laksma TNI Febri Paruntu, Keluarga: Hidup Adalah Titipan Tuhan

Ridel Palar • Sabtu, 25 April 2026 | 10:56 WIB
Mewakili keluarga Kepala Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara Stephen Tuwaidan saat membawakan sambutan.
Mewakili keluarga Kepala Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara Stephen Tuwaidan saat membawakan sambutan.

 

 

MANADOPOST.ID – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum Laksamana Pertama (Laksma) TNI Febri Yakob Takudung Paruntu dalam ibadah duka yang digelar di Desa Watudambo 1, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (25/4).

 

Ibadah berlangsung penuh khidmat dan dihadiri jajaran TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

 

Mewakili keluarga, Kepala Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara, Stephen Tuwaidan, menyampaikan pesan mendalam tentang makna kehidupan di hadapan para pelayat.

 

Dalam sambutannya, ia mengutip firman Tuhan dari 2 Timotius 2 ayat 11, yang mengingatkan bahwa kehidupan manusia bersifat sementara.

 

“Kehidupan manusia ibarat bunga. Ia tumbuh, berkembang, lalu layu dan pada akhirnya kembali kepada Sang Pencipta,” ungkapnya.

 

Ia menuturkan, perjalanan hidup manusia dimulai dari perencanaan, berkarya, membangun keluarga, hingga akhirnya kembali kepada Tuhan. Namun, keterbatasan manusia membuat tak semua kehendak Tuhan dapat dipahami.

 

“Kami keluarga tidak pernah menyangka. Tanpa pamit dan tanpa pesan, Tuhan memanggil suami, papa, anak, dan saudara yang sangat kami cintai,” ujarnya dengan suara bergetar.

 

Dalam kesempatan itu, keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir memberikan dukungan moril di tengah duka yang mendalam.

 

Turut hadir dalam ibadah tersebut jajaran Majelis Sinode GMIM, yang dipimpin oleh Pdt Dr Richard Mengko, M.Th, yang juga memimpin jalannya ibadah pemakaman. Selain itu, tampak pula perwakilan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat Minahasa Utara.

 

Kehadiran para pelayat, menurut keluarga, menjadi sumber kekuatan dan penghiburan di tengah kehilangan.

 

“Doa dan kehadiran kita semua kiranya menjadi penghiburan bagi keluarga yang berduka,” tutup Tuwaidan.

 

Kepergian almarhum Laksma TNI Febri Yakob Takudung Paruntu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang mengenal dedikasi dan pengabdiannya selama hidup. (Del)

 

Editor : Ridel Palar
#Berduka Cita