Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sopir Dump Truk Sulut Rencana Demo Saat May Day, Soroti Kelangkaan Solar

Ridel Palar • Selasa, 28 April 2026 | 20:40 WIB
William Luntungan
William Luntungan

 

 

MANADOPOST.ID — Kelangkaan bahan bakar jenis solar di Sulawesi Utara kembali menuai sorotan. Aliansi sopir dump truk pun berencana menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026.

 

Koordinator Aliansi Sopir Dump Truk Sulawesi Utara, William Luntungan, mengungkapkan bahwa aksi tersebut akan dipusatkan di Kantor Pertamina Cabang Manado.

 

“Rencananya kami akan melakukan aksi pada 1 Mei, menyesuaikan dengan momentum May Day. Lokasinya di Kantor Pertamina Manado,” ujar Luntungan.

 

Ia menjelaskan, aksi ini dipicu oleh masih terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya bagi sopir dump truk yang kesulitan mendapatkan solar.

 

“Yang kami lihat di lapangan, antrean masih panjang. Sopir harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan solar,” jelasnya.

 

Dalam aksi tersebut, para sopir membawa dua tuntutan utama. Pertama, meminta pihak Pertamina untuk segera menindaklanjuti persoalan kelangkaan solar serta memperketat pengawasan distribusi.

 

“Kami minta Pertamina serius menangani masalah ini. Setahu kami ada bidang pengawasan, jadi harus benar-benar didifungsikan. Dan juga kami mendesak Pihak Pertamina agar lebih memperketat pengawasan di setiap SPBU. Kenaikan harga Dexlite Rp 9 ribu/liter membuat para penimbun solar makin serakah, dilapangan 1 kendaraan bisa bolak-balik di SPBU setiap hari. Penyalahgunaan barcode salah satu bukti kegagalan pihak Pertamina, kami melihat ada indikasi kerjasama pemilik SPBU, Pertamina dan para mafia solar untuk menguras solar dan menjual kembali dengan keuntungan yang berlipat ganda, apalagi kita tau jelas pemilik-pemilik SPBU kebanyakan adalah pejabat-pejabat di Sulut baik Eksekutif maupun Legislatif," tegasnya. 

 

Kedua, mereka meminta Kapolda Sulawesi Utara untuk kembali melakukan operasi penertiban seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

 

“Kami minta Kapolda turun tangan. Dulu saat ada operasi, mafia solar langsung hilang dan antrean berkurang. Kami berharap itu bisa dilakukan lagi,” tambahnya.

 

Luntungan berharap agar Gubernur dan Kapolda Sulut dapat memperhatikan nasib para sopir Dump Truk agar antrian BBM dapa kembali normal seperti Oktober 2025 kemarin.

 

Sementara itu, salah satu sopir dump truk mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga dan kelangkaan solar.

 

“Biasanya Rp600 ribu sudah full, sekarang sampai Rp1 juta belum penuh juga tangki,” keluhnya.

 

Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar distribusi solar kembali normal dan tidak memberatkan para pekerja di lapangan.(Del)

 

Editor : Ridel Palar
#Kelangkaan BBM