MANADOPOST.ID—PT Prisma Corpora Pinaesaan Matuari (PCPM) meluncurkan program investasi saham Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sekaligus memperkenalkan rencana pengembangan sektor pertanian modern di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan gathering bertajuk “Minut Bangkit Bersama Kita Bisa” yang digelar sebagai upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan investasi dan pengembangan ekonomi produktif.
Wakil Direktur sekaligus Direktur Pengembangan Bisnis dan Jaringan PCPM, Dr. James Ch. Salibana, menjelaskan program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pemegang saham pada BPR yang terafiliasi dengan perusahaan.
Menurutnya, masyarakat dapat berinvestasi dengan nilai penyertaan modal mulai dari Rp5 juta hingga Rp100 juta. Dana tersebut selanjutnya akan dikelola sebagai bagian dari kepemilikan saham di sektor perbankan daerah.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya investasi jangka panjang. Investasi saham di BPR memiliki potensi keuntungan yang cukup menarik dibandingkan instrumen investasi konvensional,” ujar Salibana.
Ia mengatakan, perusahaan juga menyiapkan sistem perlindungan bagi investor melalui skema jaminan dividen minimum. Selain itu, tersedia fasilitas pembelian kembali (buyback) bagi investor yang ingin menarik modalnya sebelum masa investasi berakhir.
“Keamanan investasi menjadi perhatian utama kami. Karena itu, perusahaan menyiapkan mekanisme perlindungan yang memberikan rasa aman kepada para investor,” jelasnya.
Tidak hanya bergerak di sektor keuangan, PCPM juga tengah mempersiapkan program corporate farming yang akan menyasar pemanfaatan lahan-lahan produktif yang belum tergarap secara maksimal di Minahasa Utara.
Program tersebut akan mengedepankan modernisasi pertanian melalui penggunaan teknologi, mekanisasi alat pertanian, serta pengembangan komoditas hortikultura dan tanaman pangan.
“Masih banyak lahan potensial di Minahasa Utara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program corporate farming, kami ingin membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minahasa Utara, Richard J.H. Dondokambey, SSTP, MAP, menyambut baik inisiatif yang dilakukan PCPM.
Menurutnya, program investasi dan pengembangan pertanian tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tentu mendukung berbagai bentuk investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Program seperti ini dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja,” kata Dondokambey.
Ia berharap sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Minahasa Utara.
“Pada akhirnya, seluruh program yang dijalankan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” pungkasnya. (Del)
Editor : Ridel Palar