MANADOPOST.ID—Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, menghadiri pelantikan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026-2031 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Senin (15/6).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum PMI Pusat, H. Jusuf Kalla, dan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah se-Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa PMI merupakan jembatan kemanusiaan yang berperan penting dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun keadaan darurat.
“Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang rawan bencana seperti gempa bumi dan banjir. Karena itu dibutuhkan semangat gotong royong. PMI menjadi penghubung antara pemberi bantuan dan penerima bantuan. Relawan bekerja dengan hati,” ujar JK.
Ia juga mengapresiasi kegiatan donor darah yang terus digalakkan PMI. Menurutnya, kebutuhan darah tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun.
“Momentum Hari Donor Darah Internasional mengingatkan kita bahwa darah hanya bisa diperoleh dari manusia. PMI adalah organisasi kemanusiaan terbesar di dunia yang bekerja tanpa mengenal batas negara,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Sulut, Johnny A.A. Suak, menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan PMI menghadapi kondisi geografis Sulut yang rawan bencana.
Ia menyebut Sulawesi Utara memiliki 2.807 pulau, puluhan di antaranya berpenghuni, serta sejumlah gunung api aktif dan wilayah rawan gempa bumi.
“PMI harus selalu siap menghadapi berbagai potensi bencana. Tujuh prinsip dasar PMI harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Usai pelantikan, Bupati Joune Ganda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan PMI di Kabupaten Minahasa Utara.
Menurutnya, kepengurusan PMI Minut telah terbentuk dan siap dilantik untuk segera menjalankan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat.
“PMI Minut siap bergerak cepat. Semangat kemanusiaan harus terus dijaga dan dikembangkan demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Joune.
Ia mengungkapkan dua program prioritas yang akan menjadi fokus PMI Minut ke depan, yakni peningkatan kegiatan donor darah rutin serta penguatan sarana dan dukungan operasional organisasi.
Joune mengajak seluruh ASN dan masyarakat Minahasa Utara untuk aktif mendonorkan darah demi membantu memenuhi kebutuhan stok darah yang terus meningkat setiap tahun.
“Saya sendiri rutin donor darah. Pesan Pak Jusuf Kalla sangat jelas, secanggih apa pun teknologi saat ini, darah belum bisa dibuat oleh manusia. Darah hanya bisa diberikan oleh manusia untuk sesama manusia,” katanya.
Selain membantu menyelamatkan nyawa, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
“Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Kita membantu sesama sekaligus menjaga kesehatan tubuh,” tambahnya.
Tak hanya itu, Joune memastikan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan PMI, baik dari sisi fasilitas, ruang kerja maupun dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memiliki jaringan internasional dan bekerja tanpa batas wilayah. Karena itu pemerintah daerah wajib memberikan dukungan agar PMI dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Joune mengajak seluruh pengurus dan relawan PMI untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Mari rapatkan barisan dan jadikan PMI sebagai rumah kebaikan. Pengurus baru PMI Minut harus siap bekerja, membina relawan, dan memastikan bantuan kemanusiaan selalu tersedia bagi masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PMI Minahasa Utara Kristi Karla Arina, Sekretaris PMI Minut Melky Mewengkang, serta Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Minut dr. Harol Sepang. (Del)
Editor : Ridel Palar