MANADOPOST.ID—Banyak kepala daerah berbicara tentang pentingnya pertanian dan perikanan. Namun tidak semuanya hadir dengan dukungan nyata.
Di Minahasa Utara (Minut), Bupati Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., menunjukkan hal berbeda.
Saat daerah lain sebatas mengirim perwakilan dengan bantuan swadaya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini, mengambil langkah lebih tegas.
Ia memastikan para petani dan nelayan Bumi Tumatenden mendapat dukungan penuh untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo 19-25 Juni 2026.
Bukan hanya mengirim peserta. Pemkab Minut bahkan menyiapkan anggaran khusus untuk keberangkatan kontingen.
Tak sampai di situ. Joune Ganda menginstruksikan dinas terkait untuk hadir langsung. Tak cuma mendampingi. Namun ikut menyediakan fasilitas penunjang bagi para peserta.
Misinya jelas. Para peserta bisa maksimal belajar dan mengambil perbandingan perkembangan ilmu pertanian dan perikanan secara modern.
Bukan cuma itu, promosi kabupaten harus maksimal. Karenanya stand Minut akan menjadi satu-satunya daerah dari Sulut yang berdiri bersama Pemprov.
Hal tersebut dikonfirmasi Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara (Sulut) Arly Dondokambey, S.Th. Kata dia, apresiasi disampaikan pengurus pusat atas komitmen Bupati Joune Ganda.
Bagi pengurus pusat, dukungan seperti ini sudah jarang ditemukan pada setiap perhelatan penas demi penas.
Di Sulut, Pemkab Minut menjadi satu-satunya kabupaten/kota dengan dukungan anggaran khusus melalui APBD.
KTNA pusat menilai, ini bukan sekadar soal kehadiran dalam sebuah kegiatan. Tetapi bentuk keberpihakan.
“Ini adalah bukti bahwa petani dan nelayan masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” ujar Arly.
Apresiasi KTNA Pusat tentu bukan tanpa alasan. Selama ini, Joune Ganda dikenal konsisten mendorong pembangunan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan.
Pada pelaksanaan Penas sebelumnya di Padang, Sumatera Barat, 2023 lalu, Joune Ganda dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI.
Penghargaan tertinggi bidang pertanian ini diberikan atas dedikasi dan dukungannya dalam memajukan sektor pertanian. Khususnya, melalui inisiasi atas temuan varietas kelapa genja ‘Jingga Ganda’ atau Kelapa JG.
Ia memahami bahwa petani dan nelayan bukan sekadar profesi. Mereka adalah penjaga ketahanan pangan. Penggerak ekonomi desa. Profesi yang memastikan kehidupan masyarakat tetap berjalan.
Karena itu, ketika kesempatan belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan nasional terbuka melalui PENAS XVII, Joune Ganda memilih untuk hadir memberikan dukungan.
Bukan hanya secara moral. Tetapi juga melalui kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya.
Sebanyak 56 peserta dari Minahasa Utara akan berangkat ke Gorontalo.
Mereka terdiri dari petani, nelayan, pengurus KTNA, dan perangkat daerah. Membawa harapan besar dan nama baik daerah. Sekaligus membawa semangat untuk pulang dengan ilmu dan pengalaman baru.
Melalui Asisten II Robby Parengkuan, S.E., Bupati Joune Ganda berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
Belajar dari daerah lain. Membangun persahabatan baru. Menyerap inovasi terbaru. Lalu membagikannya kembali kepada petani dan nelayan di Minahasa Utara.
Pesan yang sederhana. Namun sarat makna. Sebab keberhasilan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Tetapi juga oleh kemauan pemimpinnya membuka peluang bagi masyarakat untuk terus berkembang. (jen)
Editor : Angel Rumeen