Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Nelayan Minut Pulang Setelah 116 Hari Hilang di Samudra Pasifik

Ridel Palar • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:21 WIB
Macbul Budiman nelayan asal Desa Lansa, Kecamatan Wori yang hilang di Samudra Pasifik bertemu dengan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda beserta pemerintah Daerah di Jakarta.
Macbul Budiman nelayan asal Desa Lansa, Kecamatan Wori yang hilang di Samudra Pasifik bertemu dengan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda beserta pemerintah Daerah di Jakarta.

 

 

MANADOPOST.ID—Penantian panjang keluarga Macbul Budiman (42), nelayan asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, akhirnya berakhir bahagia. Setelah dinyatakan hilang selama 116 hari di Samudra Pasifik, Macbul akhirnya tiba dengan selamat di Indonesia pada Jumat (26/6/2026).

 

Pria yang akrab disapa Makmur itu sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Biak, Papua, pada akhir Februari 2026. Cuaca ekstrem disertai gangguan navigasi membuat perahu yang digunakannya kehilangan arah hingga hanyut terbawa arus ke wilayah Samudra Pasifik.

 

Perjalanan panjang tanpa kepastian itu berakhir di Republik Nauru, sebuah negara kepulauan di Pasifik Tengah. Macbul ditemukan oleh otoritas setempat dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

 

Informasi mengenai keberadaan Macbul pertama kali diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suva, Fiji, melalui laporan seorang dokter warga negara Indonesia yang bertugas di Nauru. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, KBRI bersama kementerian terkait segera mengurus dokumen perjalanan hingga proses pemulangannya ke Tanah Air.

 

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kemudian mengambil alih pendampingan setibanya Macbul di Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah melalui sejumlah negara transit.

 

Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, SE, MAP, MSi, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan salah satu warganya tersebut.

 

"Ia adalah warga Minahasa Utara yang mengalami musibah saat bekerja di wilayah Papua hingga akhirnya terdampar di Nauru. Puji syukur kepada Tuhan, beliau dapat diselamatkan dan kini telah kembali ke Indonesia," ujar Joune Ganda.

 

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada KBRI Suva, kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, pendampingan, hingga pemulangan Macbul ke Indonesia.

 

Menurutnya, sinergi berbagai lembaga tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang mengalami musibah di luar negeri.

 

Setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi di Jakarta, Macbul dijadwalkan kembali ke Sulawesi Utara untuk berkumpul dengan keluarga yang selama hampir empat bulan menantikan kepulangannya tanpa kepastian.

 

Kisah perjuangan Macbul bertahan hidup selama 116 hari di tengah luasnya Samudra Pasifik menjadi cerita penuh haru sekaligus bukti bahwa harapan tidak pernah padam. Berkat koordinasi berbagai pihak, nelayan asal Minahasa Utara itu akhirnya berhasil dipulangkan dengan selamat ke tanah air.(Del) 

 

 

Editor : Ridel Palar
#Pemkab Minut #JG