MANADOPOST.ID—Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota menggelar Musyawarah Daerah (Musda) perdana di Aula Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan pelantikan pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Musda dihadiri sejumlah kepala daerah se-Sulut, para kepala kejaksaan negeri, jajaran ABPEDNAS, serta tamu undangan. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kejaksaan, dan organisasi masyarakat dalam mengawal pembangunan desa.
Ketua ABPEDNAS Sulut, Stefanus Liow, mengatakan pembentukan Srikandi Jaga Desa merupakan tindak lanjut dari penguatan peran organisasi dalam mendukung pembangunan desa dan penataan wilayah perkotaan.
Menurutnya, kehadiran organisasi tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Agung, untuk memperkuat pengawasan serta pendampingan terhadap pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa.
"Tagline kami adalah membangun desa, menata kota. Karena itu, organisasi ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan," ujar Liow.
Ia juga mengungkapkan Sulawesi Utara menjadi daerah pertama yang menggelar Musda Srikandi Jaga Desa sebelum pelantikan resmi tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Pattipeilohy, menegaskan pembentukan Srikandi Jaga Desa bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mendukung pembangunan desa dan pengawasan berbagai program pemerintah.
Menurutnya, desa merupakan titik awal pembangunan nasional sehingga perlu mendapat perhatian melalui penguatan organisasi masyarakat yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah.
"Kami berharap Srikandi Jaga Desa mampu menjadi bagian dari penguatan pembangunan desa, membantu mengawal berbagai program pemerintah, serta ikut memberikan edukasi kepada masyarakat," katanya.
Jacob menjelaskan organisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengawasan pengelolaan dana desa, tetapi juga mendukung berbagai program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pelayanan publik di desa.
Di kesempatan yang sama, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyambut baik pembentukan Srikandi Jaga Desa. Menurutnya, organisasi tersebut akan menjadi mitra pemerintah dalam mengawal berbagai kebijakan dan program prioritas nasional agar berjalan efektif di tingkat desa.
"Organisasi ini sangat membantu pemerintah daerah karena didukung oleh kejaksaan. Fungsinya luas, mulai dari mendukung pelayanan masyarakat, mengawal program nasional, hingga membantu menjaga tata kelola pemerintahan desa yang baik," ujar Joune.
Joune menegaskan peran organisasi tersebut juga akan dioptimalkan dalam mendukung pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua serentak di Minahasa Utara.
"APBEDNAS bersama Srikandi Jaga Desa akan ikut menjaga kondusivitas pelaksanaan Pilhut, sekaligus mengawal agar seluruh proses berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," katanya.
Ia menambahkan organisasi tersebut juga diharapkan menjadi jembatan aspirasi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga penanganan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.
Musda perdana ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat peran Srikandi Jaga Desa sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Del)
Editor : Ridel Palar