MPLS SNT Resmi Dibuka, Minut dan Bolmong Jadi Daerah Pertama di Sulut

Ridel Palar • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Pineleng Kabupaten Minahasa.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Pineleng Kabupaten Minahasa.

 

 

MANADOPOST.ID– Komitmen menghadirkan pemerataan akses pendidikan berkualitas di Sulawesi Utara mulai memasuki tahap nyata. Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow, Senin (10/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Pineleng, tersebut menjadi momentum penting bagi dua daerah yang dipercaya menjalankan program SNT di Sulawesi Utara.

 

Pembukaan MPLS turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Denny Mangala, M.Si., yang mewakili Gubernur Sulut, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Doni Lumenta, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Drs. Jahja P. Rondonuwu, M.Si., Kepala BPMP Sulut Febri H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), serta jajaran Pemkab Minut dan tenaga pendidik.

 

Bupati Joune Ganda mengatakan, pembukaan MPLS tersebut bukan sekadar agenda awal tahun ajaran, tetapi menjadi bagian dari sejarah baru pengembangan pendidikan di daerah.

 

Menurutnya, keberadaan SNT menjadi bukti sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjalankan program strategis di bidang pendidikan.

 

“Ini satu kebanggaan, prestasi serta wujud sinergitas Pemkab Minut dengan pemerintah pusat dan Provinsi Sulut, khususnya BPMP,” ujar Joune Ganda.

 

Ia pun memberikan pesan khusus kepada para peserta didik yang menjadi bagian dari angkatan pertama SNT agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

 

“Manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal sekolah, menghargai teman-teman baru, menghormati bapak dan ibu guru, serta berani bermimpi setinggi-tingginya,” pesannya.

 

Joune juga mengajak para siswa menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.

 

“Jadikan setiap hari di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan bakat yang Tuhan anugerahkan kepada kalian,” katanya.

 

Tak hanya kepada siswa, Bupati Minut juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman.

 

Menurutnya, MPLS harus menjadi momentum membangun hubungan yang harmonis antara sekolah, keluarga dan masyarakat.

 

“Lewat kolaborasi yang baik akan membantu setiap anak mengenali potensi dirinya, beradaptasi dengan lingkungan belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berprestasi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Joune Ganda kemudian membuka secara resmi pelaksanaan MPLS Ramah SNT 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow Tahun Ajaran 2026/2027.

 

Ia berharap program tersebut menjadi fondasi untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

 

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang indah dalam perjalanan pendidikan kalian, sekaligus menjadi fondasi lahirnya generasi Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Ir. Jofieta N. Supit, M.Si., menjelaskan bahwa pada 2026 hanya Minut dan Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara yang memenuhi persyaratan untuk penyelenggaraan SNT.

 

Khusus SNT 4 Minahasa Utara, tercatat 120 calon peserta didik yang mendaftar. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 40 siswa dinyatakan lolos.

Puluhan siswa tersebut kemudian dibagi ke dalam dua rombongan belajar, masing-masing berjumlah 20 siswa.

 

“Patut disyukuri dan menjadi kebanggaan, 40 orang siswa ini menjadi angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Jofieta.

 

Ia menambahkan, keberhasilan Minahasa Utara menjadi salah satu daerah penyelenggara SNT tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.

 

Dengan dimulainya MPLS, pemerintah berharap para siswa dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun fondasi karakter, kemampuan akademik dan keterampilan yang menjadi bekal mereka di masa depan. (Del)

Editor : Ridel Palar
mpls Joune Ganda Pemkab Minut