Minut Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Ridel Palar • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda Didampingi Wakil Bupati Kevin Lotulung saat Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang berlangsung di Aula Lantai tiga Kantor Bupati Minut.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda Didampingi Wakil Bupati Kevin Lotulung saat Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang berlangsung di Aula Lantai tiga Kantor Bupati Minut.

 

 

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengambil langkah cepat menghadapi potensi kekeringan panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.

 

Pemkab Minut menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari, mulai pertengahan Agustus 2026 hingga Januari 2027. Kebijakan ini menjadi langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih, gagal panen hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Penetapan status tersebut dilakukan Bupati Minahasa Utara Joune Ganda setelah mempertimbangkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta hasil pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak.

 

Kebijakan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Minut, Selasa (18/8/2026). Rapat mempertemukan jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat serta tim BMKG Sulawesi Utara.

 

Bupati Joune Ganda menegaskan, penetapan status siaga darurat bukan sekadar keputusan administratif, melainkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk mengambil langkah penanganan secara cepat dan terukur.

 

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, sedikitnya terdapat 46 titik yang dinilai rawan mengalami krisis air serta kebakaran hutan dan lahan.

 

“Krisis air bersih, ancaman kegagalan panen di sektor pertanian, hingga risiko karhutla tidak boleh ditangani setengah-setengah. Penetapan status siaga darurat selama 167 hari ini memberi ruang bagi kita untuk mengintervensi potensi bencana sejak dini secara terukur,” ujar Joune.

 

Ancaman kekeringan tersebut diperkuat analisis BMKG. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulawesi Utara, Aris Yunatas, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa puncak musim kemarau di wilayah Minahasa Utara diperkirakan terjadi sepanjang Agustus hingga September 2026.

 

Menurut Aris, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena fenomena El Nino saat ini berada pada kategori sangat kuat (very strong).

 

“Dinamika atmosfer menunjukkan intensitas El Nino saat ini berada pada level tinggi dan diperkirakan terus bertahan hingga pengujung 2026. Penurunan ke tingkat moderat kemungkinan baru terjadi di awal 2027 seiring masuknya transisi musim hujan,” terang Aris.

 

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Minut langsung menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

 

Posko tersebut akan menjadi pusat pemantauan perkembangan kondisi di lapangan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi krisis air maupun dampak kekeringan lainnya.

 

Koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri juga akan diperkuat. Salah satu prioritas pemerintah adalah memastikan ketersediaan serta distribusi air bersih secara berkala kepada masyarakat di wilayah yang paling rentan terdampak.

 

Selain persoalan air bersih, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian dan potensi karhutla. Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan agar berbagai ancaman dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

 

Pemkab Minut memastikan langkah mitigasi akan dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan sektor pertanian serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

 

Dengan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari, pemerintah daerah berharap seluruh unsur dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi dampak El Nino.

 

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan masyarakat di wilayah rawan tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan selama periode kemarau panjang berlangsung. (Del)

Editor : Ridel Palar
El Nino 2026 Waspada Karhutla Darurat Kekeringan Pemkab Minut