LTF 2026 Perkuat Sistem Pemantauan Cuaca Demi Keselamatan Pengunjung

Ridel Palar • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Ketua Panitia LTF 2026 Ray Dondokambey saat memantau langsung monitor cuaca dari BMKG.
Ketua Panitia LTF 2026 Ray Dondokambey saat memantau langsung monitor cuaca dari BMKG.

 

 

MANADOPOST.ID – Keselamatan pengunjung dan peserta menjadi perhatian utama panitia pelaksana Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 yang digelar di Pantai Paal Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, Jumat-Minggu (21-23/8/2026).

 

Di tengah kemeriahan festival pariwisata tahunan tersebut, panitia tidak mengabaikan faktor cuaca. Terlebih, Minahasa Utara saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana yang ditetapkan selama 167 hari, mulai 18 Agustus 2026 hingga 31 Januari 2027.

 

Kondisi cuaca berupa panas ekstrem dan angin kencang juga sempat terasa di sejumlah wilayah Minahasa Utara, termasuk kawasan Pantai Paal Marinsow yang menjadi lokasi utama LTF 2026.

 

Ketua Panitia LTF 2026, Ray Dondokambey, pun mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

Sehari sebelum pembukaan LTF 2026, tepatnya Rabu (19/8/2026), Ray bersama jajaran panitia, Ketua Harian LTF yang juga Sekretaris Daerah Minut Ir Novly Wowiling, Sekretaris Panitia yang juga Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian, serta jajaran Pemkab Minut mendatangi Kantor BMKG Stasiun Geofisika Manado di Winangun, Manado.

 

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca dan potensi perubahan meteorologi dapat dipantau selama pelaksanaan festival.

 

Langkah tersebut kemudian diwujudkan di lokasi festival. Panitia bersama BMKG memasang control point berupa layar pemantauan di salah satu gazebo yang berada di tepi Pantai Paal Marinsow.

 

Melalui layar tersebut, informasi mengenai kondisi cuaca, meteorologi, gelombang laut dan angin dapat dipantau secara real-time.

 

"Di layar itu menampilkan secara real-time communication informasi cuaca, meteorologi, ombak, angin. Semua kami dan BMKG monitor," ujar Ray Dondokambey saat memantau control point di Pantai Paal Marinsow, Sabtu (22/8/2026).

 

Menurut Ray, keberadaan control point tersebut merupakan bagian dari komitmen panitia untuk memastikan pelaksanaan LTF berlangsung aman dan nyaman.

 

Ia menegaskan, faktor keselamatan tidak boleh dikesampingkan di tengah pelaksanaan berbagai aktivitas festival yang melibatkan masyarakat dan pengunjung.

 

"Langkah ini kami lakukan untuk keselamatan hadirin dan peserta lomba di LTF. Karena keselamatan tetap number one," tegasnya.

 

Koordinator BMKG Sulawesi Utara, Dr Sigit Pramono, S.Si., M.Si., juga turut memantau langsung sistem control point real-time tersebut menjelang pembukaan LTF 2026 pada Jumat (21/8/2026).

 

Pemantauan dilakukan untuk memastikan informasi kondisi cuaca di kawasan festival dapat diketahui secara cepat dan menjadi dasar dalam mengambil langkah apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.

 

Ray menambahkan, sejak hari pertama pelaksanaan festival, kondisi di lokasi masih dalam keadaan aman dan terus termonitor melalui koordinasi bersama BMKG.

 

Dengan sistem pemantauan tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian LTF 2026 dapat berlangsung lancar tanpa mengabaikan faktor keselamatan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang menikmati pesona Pantai Paal Marinsow. (Del)

 

Editor : Ridel Palar
ray dondokambey LTF Minut