MANADOPOST.ID-- Perpanjangan masa tanggap darurat bencana di Minahasa Utara membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda meminta seluruh jajaran, terutama para camat, tidak menunggu bencana terjadi untuk bertindak.
Pemantauan kondisi alam, penyebaran informasi cuaca hingga langkah pencegahan harus dilakukan secara lebih intensif.
Penegasan itu disampaikan Joune usai memimpin upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Lapangan Kantor Bupati Minut, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, perpanjangan masa tanggap darurat menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk memperkuat mitigasi dan mempercepat respons terhadap potensi bencana.
“Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana, perhatian, mitigasi dan upaya pencegahan harus lebih cepat, tepat dan masif lagi,” tegas Joune.
Ia secara khusus meminta para camat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi memicu kekeringan maupun kebakaran.
Tidak hanya menyampaikan imbauan, camat juga diminta membangun koordinasi rutin hingga ke tingkat desa.
Joune menginstruksikan agar setiap pekan camat menggelar rapat bersama para kepala desa atau hukum tua untuk membahas perkembangan kondisi wilayah dan menyampaikan informasi terkait cuaca kepada masyarakat.
“Kepada para camat, dalam masa tanggap darurat ini, setiap minggu harus melaksanakan rapat dengan para hukum tua dan secara masif memberikan informasi kondisi cuaca kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Joune, informasi mengenai kondisi cuaca menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran lahan dan keterbatasan air selama musim kemarau.
Ia juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk terus mencermati perkembangan kondisi alam di masing-masing wilayah. Setiap potensi ancaman harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Minut, lanjut Joune, tidak bekerja sendiri dalam menghadapi situasi tersebut. Koordinasi dan sinergi terus dilakukan bersama instansi terkait serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Dalam masa tanggap darurat bencana, Pemkab Minut terus berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait dan Forkopimda,” katanya.
Joune berharap peningkatan kewaspadaan hingga tingkat kecamatan dan desa dapat memperkecil risiko bencana sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi kemarau yang masih perlu diwaspadai.(Del).
Editor : Ridel Palar