Tujuh Desa di Kema Ikuti Pilhut Serentak, Tahapan Berjalan Kondusif

Ridel Palar • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 21:53 WIB
Maykel Mario Parengkuan
Maykel Mario Parengkuan

 

 

MANADOPOST.ID-- Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, akan mengikuti Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak 2026. Pemerintah Kecamatan Kema memastikan seluruh tahapan sejauh ini berjalan normal dan kondusif.

 

Camat Kema Maykel Mario Parengkuan mengatakan, tujuh desa yang akan melaksanakan Pilhut masing-masing Desa Makalisung, Waleo, Waleo Dua, Lilang, Kema Tiga, Tontalete dan Tontalete Rok-Rok.

 

“Saat ini proses daftar pemilih sementara atau DPS sementara dilakukan verifikasi dan validasi. Setelah itu akan ditetapkan melalui berita acara,” ujar Maykel saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/9).

 

Selain tahapan pemutakhiran data pemilih, proses pendaftaran bakal calon Hukum Tua juga menjadi perhatian. Pada hari terakhir pendaftaran, jumlah bakal calon di tujuh desa tersebut masih bervariasi.

 

Berdasarkan pemantauan pemerintah kecamatan, Desa Makalisung tercatat memiliki tiga bakal calon. Waleo satu calon, Waleo Dua dua calon, Lilang satu calon, Kema Tiga satu calon, Tontalete empat calon, sementara Tontalete Rok-Rok tiga calon.

 

Maykel mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena pendaftaran memasuki hari terakhir.

 

“Untuk Kecamatan Kema, Desa Makalisung ada tiga calon. Waleo satu calon, Waleo Dua dua calon, Lilang masih satu calon, Kema Tiga satu calon, Tontalete ada empat calon dan Tontalete Rok-Rok ada tiga calon. Kemungkinan masih bisa bertambah di hari terakhir,” jelasnya.

 

Selain memastikan tahapan administrasi berjalan, pemerintah kecamatan juga mempersiapkan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

 

Sosialisasi terkait pengamanan Pilhut telah dilakukan dengan melibatkan Satpol PP, Danramil, Kapolsek, para Hukum Tua dari tujuh desa serta seluruh anggota Linmas.

 

Menurut Maykel, Linmas akan dilibatkan dalam mendukung pengamanan tahapan Pilhut mulai dari proses yang sedang berjalan hingga pelaksanaan pemungutan suara pada 7 Desember 2026.

 

“Linmas dilibatkan ikut serta dalam pengamanan mulai dari tahapan saat ini sampai pemungutan suara,” katanya.

 

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat desa yang dikategorikan sebagai titik rawan. Kondisi di tujuh desa disebut masih berjalan normal.

 

“Sampai saat ini belum ada titik rawan, masih normal-normal dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

 

Maykel berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan hingga seluruh tahapan Pilhut selesai. Ia juga berharap pelaksanaan Pilhut serentak di Minahasa Utara dapat menghasilkan Hukum Tua definitif yang berkualitas.

 

Pemerintah Kecamatan Kema turut mengajak masyarakat mengawal proses demokrasi di tingkat desa dengan menjaga suasana tetap aman dan saling menghormati.

 

“Yang pasti kami dari pemerintah kecamatan selalu mengimbau kepada masyarakat, mari kita kawal bersama proses demokrasi ini di tingkat desa masing-masing. Tetap saling menghargai dan saling menghormati, walaupun pasti ada perbedaan pilihan,” pungkas Maykel.(Del)

 

 

Editor : Ridel Palar
Camat Kema Maykel Parengkuan Pilhut Minut