MANADOPOST.ID-- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan kaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, terus ditangani tim gabungan. Hingga Senin (21/9/2026), sejumlah titik api masih terpantau dan upaya pemadaman terus dilakukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas, mengatakan kebakaran yang terjadi sejak Sabtu tersebut masih menyisakan sejumlah titik api.
Menurutnya, titik api yang sebelumnya berada di kawasan Kaki Dian kini mulai mengarah ke kawasan Rayawaya Hills.
"Sejak kejadian kebakaran hari Sabtu, Minggu dan sampai saat ini masih ada beberapa titik api. Kalau hari kemarin masih di Kaki Dian, sekarang sudah mengarah ke Rayawaya Hills," ujar Theodore saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh tim Damkar dengan dukungan TNI, wartawan, RAPI dan para relawan.
Selain itu, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara turut membantu upaya pemadaman untuk mempercepat pengendalian kobaran api.
"Kita dibantu juga teman-teman TNI, wartawan, RAPI dan para relawan untuk penanganan agar kobaran api yang terjadi pada lahan terbakar dapat dipadamkan secepatnya. Dinas Kehutanan Provinsi juga ikut membantu," katanya.
Dukungan armada juga datang dari Kodim Bitung. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu armada Damkar Minahasa Utara.
"Kita dibantu juga. Bisa dilihat langsung ada mobil Damkar dari Kodim Bitung dua unit. Itu membantu pemadaman agar supaya lebih cepat, membantu mobil Damkar yang dari Minahasa Utara," jelasnya.
Terkait luas lahan yang terbakar, Theodore mengatakan sebelumnya pihaknya memperkirakan sekitar 60 hektare berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa.
Namun, melihat perkembangan kebakaran hingga Senin, perkiraan sementara luasan lahan terdampak dapat mencapai sekitar 70 hektare. Meski demikian, angka tersebut masih membutuhkan pendataan lebih lanjut di lapangan.
"Kalau kemarin perkiraan kita koordinasi dengan pemerintah desa kurang lebih ada 60 hektare. Untuk hari ini kita belum bisa menginformasikan update jumlah lahan yang terbakar secara pasti. Dugaan sementara kalau kita hitung-hitung bisa sampai 70 hektare," ungkapnya.
Mengenai penyebab kebakaran, Theodore menyebut dugaan sementara dipengaruhi faktor alam. Kondisi cuaca ekstrem dan musim kering disebut turut memperbesar potensi meluasnya kebakaran.
"Faktor alam. Cuaca ekstrem yang memang dampak El Nino cukup besar, cukup meluas. Bukan hanya terjadi di Minahasa Utara, tapi relatif menyeluruh di seluruh Indonesia," katanya.
Di tengah perjuangan tim gabungan mengendalikan kobaran api, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, memberikan apresiasi terhadap seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di kawasan kaki Gunung Klabat.
Menurut Joune, kerja keras petugas di lapangan menunjukkan komitmen dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi kawasan resapan air dan lingkungan di sekitar lereng Gunung Klabat.
"Para petugas bekerja tanpa kenal lelah. Respons cepat dan totalitas dari semua unsur di seputaran lokasi sangat pantas mendapat apresiasi," ujar Joune.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam proses pemadaman, mulai dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, unsur kehutanan, pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Komunitas pencinta alam, masyarakat, relawan, organisasi kemasyarakatan, PT TIV dan Tim Orange juga turut bahu-membahu membantu memadamkan api.
Sementara itu, Aktivis Minut William Luntungan turut turun langsung membantu proses pemadaman. Ia mengaku tergerak setelah melihat perjuangan petugas dan berbagai unsur yang bekerja ekstra keras mengendalikan kobaran api.
"Saya terdorong untuk membantu karena melihat sendiri bagaimana tim di lapangan bekerja ekstra keras. Respons cepat dan totalitas pemerintah serta instansi vertikal dalam mengendalikan titik api di area kaki Gunung Klabat patut kita beri apresiasi setinggi-tingginya," ujar William.
Menurut William, kondisi di lokasi cukup memprihatinkan. Kobaran api cepat meluas karena dipengaruhi angin kencang, vegetasi yang kering, cuaca panas serta kondisi kemarau.
"Makanya dari itu saya tergerak untuk membantu sebisa kami guna memadamkan api," katanya.
William juga mengimbau masyarakat Minahasa Utara agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
"Kami juga meminta kepada masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah secara sembarangan," imbaunya.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas ke kawasan lainnya.
(Del)
Editor : Ridel Palar