Joune Ganda Minta ASN Menanam, Antisipasi Inflasi Akibat Pasokan Pangan

Ridel Palar • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 19:17 WIB
Arahan-Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat memberikan arahan dalam pencanangan Gerakan ASN Menanam di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (8/10/2026).
Arahan-Bupati Minahasa Utara Joune Ganda saat memberikan arahan dalam pencanangan Gerakan ASN Menanam di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (8/10/2026).

 

 

MANADOPOST.ID--Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk ikut menanam komoditas pangan kebutuhan sehari-hari.

 

Instruksi tersebut disampaikan Joune saat mencanangkan Gerakan ASN Menanam di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Kamis (8/10/2026).

 

Gerakan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Minut untuk mengantisipasi potensi kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai, tomat dan bawang, yang dapat berpengaruh terhadap inflasi daerah.

 

Joune mengatakan, ASN diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa pemenuhan sebagian kebutuhan pangan dapat dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing.

 

“Jadi kita ingin mengajak untuk memberikan contoh kepada masyarakat bahwa dalam situasi sekarang ini memang kita tahu cuacanya lagi ekstrem. Tetapi untuk komoditas-komoditas tertentu boleh dilakukan dalam skala kecil, misalnya di rumah,” kata Joune.

 

Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dan potensi El Nino yang masih berlangsung perlu diantisipasi sejak dini. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah meningkatkan produksi pangan dalam skala rumah tangga.

 

Dengan ASN ikut menanam, kata Joune, setidaknya kebutuhan tertentu untuk konsumsi keluarga dapat dipenuhi sendiri sehingga tidak seluruhnya bergantung pada pasokan di pasar.

 

“Kita jangan membebani market, jangan membebani pasar. Mereka bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri,” ujarnya.

 

Joune menilai langkah tersebut penting karena hukum pasokan dan permintaan dapat memengaruhi pergerakan harga. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga komoditas berpotensi mengalami kenaikan dan berdampak terhadap inflasi.

 

“Kalau permintaannya meningkat, supply sedikit, harganya akan naik. Nah, harga naik tentu memberikan dampak inflasi,” jelasnya.

 

Karena itu, Joune juga memberikan arahan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Minut agar memperkuat langkah antisipasi terhadap perkembangan harga dan pasokan kebutuhan pokok.

 

Ia meminta TPID menyusun timeline yang jelas terkait kebutuhan masyarakat dan ketersediaan pasokan di lapangan.

 

“Jangan sampai ke depan terus seperti kita tidak mengantisipasi. Ini yang harus kita lakukan,” tegasnya.

 

Menurut Joune, Pemkab Minut telah memiliki sejumlah instrumen untuk mengendalikan inflasi, mulai dari kerja sama antardaerah, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, hingga kolaborasi dengan berbagai stakeholder serta akademisi.

 

Pemkab Minut juga melakukan pemantauan kebutuhan masyarakat dan kondisi pasokan di pasar sebagai dasar dalam menentukan langkah intervensi.

 

Jika kondisi harga membutuhkan intervensi pemerintah, Joune mengatakan Pemkab Minut siap mengambil langkah subsidi dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

 

“Kalau memang membutuhkan subsidi dari pemerintah karena memang harganya naik supaya masyarakat juga bisa mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang bisa lebih murah, maka pemerintah daerah akan mensubsidi dengan menggunakan anggaran BTT,” katanya.

 

Joune juga memberikan peringatan kepada perangkat daerah, khususnya jajaran yang tergabung dalam TPID, agar tidak lengah dalam melakukan antisipasi.

 

Ia menegaskan kinerja perangkat daerah akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah, terlebih Minut telah menerapkan manajemen talenta dalam pengelolaan ASN.

 

“Saya mau warning kepada perangkat daerah, terutama tim pengendali inflasi daerah. Kita akan menilai kinerja mereka,” tegasnya.

 

Menurut Joune, setiap perangkat daerah harus mampu membaca potensi persoalan sejak dini dan mengambil langkah sebelum berdampak langsung kepada masyarakat.

 

Gerakan ASN Menanam sendiri diikuti seluruh perangkat daerah dan dinas terkait di lingkungan Pemkab Minut. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pencanangan, tetapi dapat diterapkan ASN secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

 

Melalui gerakan tersebut, Pemkab Minut mendorong keterlibatan ASN dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu mengantisipasi tekanan inflasi akibat gangguan pasokan dan kondisi cuaca ekstrem. (Del)

 

Editor : Ridel Palar
ASN Menanam Joune Ganda Pemkab Minut