MANADOPOST.ID--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Klabat yang belum sepenuhnya padam menjadi perhatian anggota DPRD Minahasa Utara (Minut), Toar Pungus. Legislator Partai NasDem dari daerah pemilihan Airmadidi-Kalawat ini mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar di tengah kondisi yang masih rawan.
Karhutla yang telah berlangsung selama 24 hari tersebut dilaporkan masih menyisakan titik api di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong Toar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga di Kecamatan Airmadidi dan Dimembe.
Saat ditemui di Kantor DPRD Minut, Senin (12/10/2026), Toar menyampaikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Stakeholder terkait bersama para relawan yang terus melakukan upaya penanganan kebakaran.
“Saya berterima kasih atas kinerja OPD-OPD terkait, khususnya BPBD dan tim Damkar, Stakeholder terkait, SPAMU, Masyarakat dan pemerintah kelurahan yang terus bahu-membahu dan membantu memadamkan karhutla di Minahasa Utara, khususnya di wilayah Airmadidi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya pemadaman harus diikuti dengan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. Salah satunya dengan menghentikan sementara pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran selama kondisi belum aman.
Menurut Toar, pembakaran lahan di tengah cuaca panas dan kondisi vegetasi kering berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar. Karena itu, masyarakat yang hendak membuka lahan untuk bertani diminta menunggu hingga situasi benar-benar kondusif.
“Imbauan kami dari DPRD Minahasa Utara, jangan dulu membuka lahan dengan cara dibakar. Dalam situasi seperti sekarang, hal itu berpotensi menyebabkan karhutla yang lebih parah lagi,” tegasnya.
Toar juga menyebut kebakaran masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, termasuk kawasan sekitar Airmadidi hingga Dimembe dan Tatelu. Asap dari kebakaran yang menyelimuti beberapa lokasi dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Ia meminta warga mengurangi aktivitas di area yang terdampak asap tebal apabila tidak mendesak. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Dampak asap tebal ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita semua. Kalau memang perlu menggunakan masker, pakailah. Jangan membiasakan diri tidak memakai masker saat beraktivitas sehari-hari,” imbaunya.
Toar berharap masyarakat ikut berperan dalam mencegah meluasnya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petugas pemadam, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal sekaligus mengurangi risiko terhadap lingkungan dan kesehatan warga.
Ia menegaskan, pencegahan menjadi langkah penting agar kebakaran tidak terus berulang dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.(Del)
Editor : Ridel Palar