200 Ribu Masker, 12 Ribu Alat Rapid Siap Dibagikan
Clavel Lukas• Rabu, 10 Juni 2020 | 15:34 WIB
Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala MSi (kiri) bersama APIP serta APH, mengecek APD di Gudang Farmasi Dinkes Minahasa.MANADOPOST.ID—Pesanan Alat Pelindung Diri (APD) Pemerintah Kabupaten Minahasa, melalui Dinas Kesehatan telah tiba, Senin (8/6); 200.000 masker dan 2.000 alat rapid test. Terbaru Selasa (9/6) kemarin, masuk lagi 10 ribu alat rapid test. Sehingga total semuanya ada 12 ribu alat. Kini keseluruhan APD tersebut disimpan di gudang Farmasi Dinkes Minahasa dengan penjagaan ketat. Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Minahasa Dr Denny Mangala MSi, didampingi aparat penegak hukum dan Inspektorat, kemarin langsung mengecek APD yang baru tiba tersebut. “Menjamin tranparansi pengadaan APD, kita dibantu oleh Kejaksaan, Kepolisian, APIP, APH dan Inpektorat langsung melakukan opname barang,” kata Mangala. Menurut dia, barang yang dipesan tersebut berasal dari dana Pemerintah Daerah atau APBD dan patut diawasi oleh APH (Aparat Penegak Hukum) serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). “Setiap barang yang dipesan, kami libatkan APH dan APIP demi menjamin kuantitas dan kualitas, agar barang yang dipesan pemerintah betul-betul sesuai standar kualitas dan kuantitasnya,” terang Mangala. Selain itu, Mangala mengatakan bahwa APD yang dipesan Pemkab Minahasa bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayahnya. “Nanti dari ke-12000 rapid tes diutamakan dulu buat pedagang dan petugas pasar yang tersebar di Kabupaten Minahasa. Semua akan dirapid untuk menjamin dan memastikan mereka aman dalam bertransaksi berjual beli. Serta juga diprioritaskan bagi oara masyarakat yang tergolong kintak erat atau KERT," beber Mangala. Di sisi lain, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Minahasa Noprianto Sihombing SH MH mengatakan bahwa pihaknya selaku APIP berwewenang mengawasi apakah isinya sesuai dan tepat sesuai kuantitas dan kualitas. "Kami mengecek barang satu per satu apakah sesuai dengan jumlah yang disampaikan atau tidak. Serta kami katakan kepada pihak Dinkes untuk mendata setiap barang masuk dan keluar. Tugas kami memastikan tidak ada pengurangan terkait segala jenis bantuan atau program yang ditujukan bagi masyarakat,” pungkasnya.(mega) Editor : Clavel Lukas