Istri Wabup Minahasa, Bakal Main di Film `Dua Jendela`
Clavel Lukas• Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:36 WIB
Pemakaman pasien positif Covid-19 dari Minahasa Utara (Minut) sedikit terhambat karena ketiadaan APD. (Istimewa)MANADOPOST.ID--Sebuah film nasional karya anak bangsa berjudul 'Dua Jendela' sementara dalam proses produksi. Film ini mengangkat dua budaya berbeda yaitu Minahasa dan Betawi dalam setting ceritanya. Karena mengangkat budaya Minahasa, film karya Anak Betawi Ora dan Lidya Enterprise (Manado) ini juga melakukan adegan syuting di tanah Minahasa. Dibeberkan Sutradara Film Dua Jendela Hidayat ‘Bagong’ Sunardi, pengambilan gambar selain di Manado juga dilakukan di Kabupaten Minahasa. "Selain di Kota Manado, setting film mengambil juga latar belakang bernuansa klasik, seperti di Tondano Minahasa. Dengan menampilkan setting klasik namun di kemas milenial, baik destinasi wisata, maupun destinasi kuliner. Memotret sudut pandang positif dari keindahan budaya dan karakter budaya Minahasa yang religi dalam keragaman agama namun tetap penuh kerukunan," katanya saat diwawancarai Manado Post, Selasa (13/10). Karena bersetting di Minahasa, sejumlah pemain juga peran sebagai ketua-ketua adat di Minahasa serta pemain muda bertalenta asal Minahasa. Bahkan menariknya, Ibu Wakil Bupati Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong ikut berperan dalam Film Dua Jendela tersebut. "Betul sekali, Ibu Martina Dondokambey-Lengkong ikut dalam produksi Film Dua Jendela. Beliau punya peran yang cukup strategis yaitu berperan sebagai istri dari Mangku Adat Minahasa. Dimana dalam cerita ada suatu keputusan secara adat yang harus diambil dalam konflik yang terjadi di dalam film ini," jelas Hidayat ‘Bagong’ Sunardi. Bahkan proses pelatihan acting juga dilakukan di kediaman Wakil Bupati Robby Dondokambey. "Kita latihan di dua tempat, pertama di kediaman Bapak Anang Aboy dan selanjutnya di rumah kediaman Bapak Robby Dondokambey di Kolongan. Di sana semua pemain bersama melakukan proses reading dan actual acting, sesuai peran dan script cerita," tukasnya sembari memuji antusias dan semangat dari Ibu Martina Dondokambey-Lengkong. Diketahui, sinopsis singkat Film 'Dua Jendela' menurut Sutradara Hidayat ‘Bagong’ Sunardi berlatar belakang perkampungan di pinggiran Jakarta, dimana masyarakatnya masih memegang teguh budaya Betawi klasik baik Gambang Kromong maupun Lenong serta kuliner khasnya. Diperkampungan itu ada pendatang baru, keluarga asal Manado. "Kedekatan terjadi antara Jaka (Betawi) dan Cindy (Manado) mendapat pertentangan dari pihak keluarga Manado, yang akhirnya membuat Cindy harus balik ke Manado. Namun kekuatan cinta Jaka membuat dia harus mencari Cindy sampai ke Manado," ceritanya. Namun, ketika bertemu kembali, keluarga Cindy tetap tidak menerima kehadiran Jaka. "Proses adat terlibat dalam pengambilan keputusan. Dan dari para pemangku adat suku Minahasa (orang Manado), akhirnya memutuskan, bahwa berdasarkan adat orang Manado, Jaka harus diterima dengan baik sebagai tamu. Akhirnya, hubungan mereka di restui oleh pemangku adat serta keluarga Cindy. Di akhir cerita, merekapun kembali dan menetap di Jakarta. Itulah inti perjalanan romance yang didasari Dua Budaya dalam Satu Frame Cerita yaitu Film Dua Jendela," pungkas Sutradara Hidayat ‘Bagong’ Sunardi.(cw-01/rgm) Editor : Clavel Lukas