Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bangga Lahir di Tanah Minahasa, Budaya Mapalus Sangat Kental

Tanya Rompas • Sabtu, 5 November 2022 | 13:56 WIB
Marselina Sisilia Tuilan
Marselina Sisilia Tuilan
MANADOPOST.ID— Rakyat Minahasa, Sabtu (5/11) merayakan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Minahasa ke-594. Minahasa telah berkarya dan berhasil melahirkan kabupaten/kota sebagai bentuk kemajuan kuantitas dan kualitas, sinergitas program dari para pemimpin daerah sejak awal Minahasa berdiri hingga saat ini, serta dukungan dan kerjasama dari masyarakatlah yang membuat Minahasa berkembang pesat sampai saat ini. Hal itu dikatakan Marselina Sisilia Tuilan SPd. Perempuan kelahiran Tondano, 11 Mei 1996 ini mengaku bangga lahir di tanah Minahasa yang penuh dengan keindahan sumber daya alam yang bisa dinikmati setiap saat dan waktu. "Monumen Benteng Moraya adalah salah satu tempat wisata favorit bagi saya untuk melepas penat, mencari inspirasi dan untuk berolahraga atau hanya sekedar refresing. Karena Monumen Benteng Moraya menawarkan panorama alam yang asri dan sejuk serta memiliki nilai sejarah yang tinggi," kata Lina sapaan akrabnya. Melalui Monumen Benteng Moraya, semua bisa secara langsung menyaksikan bukti-bukti sejarah yang pernah terjadi pada masa lampau. "Peninggalan dari hasil darah dan keringat perjuangan Tou Minahasa yang harus dirawat dan dijaga oleh kita semua yang adalah Tou Tou Minahasa," ucapnya. Menurut perempuan yang pernah menjadi Protokol Kepresidenan RI dalam Rangka HUT RI pada Agustus 2019 itu, selain keindahan alam yang ada di tanah Minahasa, salah satu yang membuatnya bangga adalah keragaman serta kekayaan budaya, bahasa, serta kebiasaan etnik yang ada di Minahasa. "Budaya Mapalus Tou Minahasa salah satunya yang sampai saat ini masih kental di tempat saya tinggal yakni, kalo nda baku tulung dapa rasa ada yang kurang," tuturnya. Selain keindahan alam dan budaya Mapalus, perempuan berumur 26 tahun yang beraktivitas sebagai seorang pendidik ini mengaku bangga dengan program pemerintah saat ini yang berfokus dalam pembangunan berkelanjutan di tanah Minahasa kualitas dari sumber daya manusia itu sendiri. "Tentunya sangat sesuai dengan prinsip hidup orang Minahasa "SITOU TIMOU TUMOU TOU", "Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain". Di lain sisi, dalam rangka HUT Minahasa kali ini, tentu kita semua perlu berbenah dan menguatkan kecerdasan spiritual kita. Karena, tantangan kita rakyat Minahasa makin kompleks," terang Sekretaris Ormas Purna Paskibraka Indonesia Minahasa itu. Di zaman digitalisasi, lanjutnya, akan sangatlah membantu jika dimanfaatkan dengan bijak dan berhikmat. Namun tak jarang ada sedikit Tou Minahasa yang mulai bersikap apatis, mementingkan diri sendiri, abai terhadap orang lain, dan menganggap diri paling benar. Dengan memperhatikan nilai-nilai luhur yang ada di tanah Minahasa seperti, Maesa-esaan (saling bersatu, se iya, se kata), Maleos-leosan (saling mengasihi dan melayani), Magenang-genangan (saling mengingatkan), Malinga-lingaan (saling mendengar), Masawang-sawangan (saling menolong), Matombo-tombolan (saling menopang), maka dirinya yakin Minahasa bisa lebih hebat dan lebih maju di segala bidang. "Karena warga Minahasa adalah aset berharga Tanah Minahasa," pungkas Wulan Duta Kamtibmas Minahasa 2014 itu.(ando) Editor : Tanya Rompas
#HUT Minahasa #Marselina Sisilia Tuilan #Minahasa