MANADOPOST.ID— Sektor pariwisata di Kabupaten Minahasa semakin bergeliat. Sejumlah lokasi wisata, baik milik pemerintah maupun yang dikelola swasta terus bermunculan. Salah satunya di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang.
Hukum Tua Desa Tateli Tiga Stenly Gumalang menuturkan, salah satu wisata unggulan di desanya yakni kolam renang Taman Bali. Lokasinya yang sangat strategis, membuat Taman Bali jadi salah satu objek wisata primadona bagi pengunjung dari sekitaran Kota Manado. Jarak dari Manado berkisar 11 - 13 kilometer (km) selama hampir 25 menit untuk bisa sampai di Desa Tateli Tiga ini.
"Objek wisata yang diunggulkan saat ini memang hanya kolam renang Taman Bali. Karena sumber airnya ini sangat memadai untuk dijadikan kolam renang, maka dikembangkanlah potensi wisata serta dikelola dengan serius oleh pengelola kolam renang Taman Bali tersebut,” ungkapnya.
Gumalang melanjutkan, beberapa tahun lalu akses jalan menuju ke Taman Bali ini sangat rusak, akibat salah satu perusahaan tambang batu yang sering melewati jalan tersebut, dan tidak adanya tanggung jawab untuk memperbaiki ruas jalan itu.
"Saya berusaha memotivasi dan memberi inovasi kepada masyarakat dan terciptalah kerja bakti untuk membuat saluran air di sebelah kiri ruas jalan. Serta itu melakukan pembangunan kembali ruas jalan yang sudah rusak parah tersebut, sampai kini sudah bisa digunakan masyarakat setempat ataupun pengunjung yang datang,” ujarnya.
Gumalang menambahkan, di samping objek wisata ini juga terdapat sebagian hutan lindung yang pemandangan alamnya bisa pengunjung nikmati.
“Pengunjung yang datang ke sini relatif, biasanya di hari-hari libur ataupun di Sabtu dan Minggu ramai akan pengunjung. Begitu juga dengan adanya pengunjung yang menyempatkan berbelanja di warung-warung milik masyarakat Tateli Tiga ini menjadikan nilai tambah bagi UMKM warga sekitar,” bebernya.
Lanjutnya, dalam pengembangan potensi wisata ini diperlukan kesiapan sumber daya manusia agar masyarakat Tateli Tiga tidak menjadi penonton di rumah sendiri.
"Potensi-potensi wisata di sini kelihatannya memang banyak tapi dengan keterbatasan sumber daya manusia dan dana maka belum adanya pengembangan secara serius. Walaupun ada peruntukan dana desa, tapi kan dana tersebut tidak seluruhnya akan di pakai ke potensi wisata, ada juga petunjuk dan teknis bila menggunakan dana tersebut untuk pembangunan desa,” bebernya lagi.
"Kita harus berusaha dan memang butuh proses untuk meningkatkan pariwisata di Sulawesi Utara ini untuk bisa maju lebih ke depan. Karena hanya dari sektor pariwisata inilah yang sangat efisien dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di desa. Apalagi pasca pandemi seperti sekarang, maka perlu inovasi dan masukan-masukan agar pariwisata Sulut bisa berkembang. Buat apa kita buang-buang uang ke Bali kalau sektor pariwisata di Sulawesi Utara lebih unggul,” tandasnya.(*)
Editor : Tanya Rompas