Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menguak Air Terjun Kandera Touliang Kakas, Ada Bekas Telapak Kaki Raksasa, Persis di Museum Kota Tua Jakarta

Lerby Fabio Tamuntuan • Senin, 23 Oktober 2023 | 15:46 WIB

Potret Air Terjun Kandera di Desa Toulian Kakas.
Potret Air Terjun Kandera di Desa Toulian Kakas.
MANADOPOST.ID--Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu destinasi tujuan para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Hampir di setiap sudut daerah di Sulut, memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Salah satunya ada di Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa.

Desa yang berjarak 45 kilometer dari ibukota Sulut, Kota Manado ini, mempunyai air terjun bernama Kandera yang begitu mempesona dengan bebatuan yang memukau dengan keasrian serta kealamiannya di sekitaran lokasi tersebut.

Asal usul nama Kandera sendiri di ambil dari kata Kadera yang diyakini oleh masyarakat setempat di tempat tersebut terdapat tempat yang menyerupai kolam lengkap dengan batu-batu berbentuk kursi (kandera).

Akses jalan menuju air terjun Kandera sendiri memiliki dua rute atau akses jalan yang berbeda, antara lain dari jalan perkebunan Panasen Touliang dan dari jalan perkebunan Pera (Sapawanga), tapi rute jalan paling dekat untuk menuju ke air terjun ini melalui jalan perkebunan Panasen Touliang dengan jarak 800-an meter.

Rute dari arah jalan perkebunan Panasen Touliang inilah yang sudah sempat dilakukan pengerasan beberapa waktu lalu dan kendaraan bermotor atau roda empat sudah bisa melewatinya, namun rute dari jalan perkebunan Pera Sawapanga sendiri masih cukup terjal untuk di lewati kendaraan bermotor atau roda empat, dengan jarak tempuh cukup lebih jauh sekiranya kurang lebih 1,5 kilometer.

"Rencananya kedepan akan dibangun berupa anak tangga sebagai jalur jalan menuju area kolam air terjun Kandera, jalur anak tangga tersebut akan dibangun di sela-sela pepohonan, dan pastinya tidak akan merubah besar struktur kealamiannya," kata Hukum Tua Desa Touliang Hartje Tangkulung kepada Manado Post pekan lalu.

Selain itu, kata Tangkulung, Air terjun Kandera ini memiliki sejarah yang sebagaimana masyarakat setempat meyakini ada bekas telapak kaki raksasa. Telapak kaki raksasa ini juga memiliki kemiripan dari bekas telapak kaki yang berada di museum kota tua Jakarta. Konon menurut cerita setempat itu adalah bekas telapak kaki si-raksasa yang bernama KOMBANGEN. Kombangen ini adalah penjaga gunung kaweng (gunung yang tidak jauh dari lokasi air terjun Kandera) dan kata Kandera sendiri berasal dari kata Kadera (dalam bahasa setempat Kadera adalah Kursi) serta dalam air terjun ini terdapat dua patahan air jatuh seperti bentuk wujud kursi pada umumnya.

Sampai saat ini memang dari masyarakat
Touliang sendiri selalu menyempatkan waktu untuk merawat serta melestarikan area air terjun Kandera ini dengan melakukan kegiatan-kegiatan kerja bakti, dari tua muda serta anak-anak di desa Touliang. Dan selalu menyempatkan waktu sebulan sekali untuk bersantai ria disana.

"Pemerintah provinsi sendiri juga mendukung kepada desa-desa yang akan melaksanakan kegiatan pariwisata. Namun pada dasarnya dari desa sendiri tak bisa mengandalkan langsung dari Dana Desa. Namanya membuka kegiatan pariwisata cukup memerlukan dana yang besar dengan memfasilitasi infrastruktur di dalamnya. Pembangunan infrastruktur pariwisata bila tidak di danai langsung dari dinas terkait akan sangat sulit bagi kami pemerintah desa untuk menseriusi rencana ini," tukasnya.

"Sebelumnya, Kadis Pariwisata Provinsi Sulut sudah pernah mengunjungi air terjun ini pada beberapa waktu lalu dan meminta kami untuk membuat proposal terkait dengan pengembangan pariwisata di lokasi air terjun Kandera ini," tambah dia.

Ia berharap, kegiatan pariwisata air terjun Kandera bisa berjalan, sehingga bisa menarik banyak wisatawan mancanegara berkunjung. "Kedepan juga akan berdampak positif bagi anak-anak di sekitar Desa Touliang yang nantinya bisa berbaur dengan tourist mancanegara maka dari itu anak-anak ini akan pandai berbahasa inggris. Contohnya seperti anak-anak yang berada di daerah-daerah pariwisata yang sering di kunjungi wisatawan pada umumnya," tutupnya.(*)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Kabupaten Minahasa #Pariwisata #air terjun #sulawesi utara