Menurut warga, salah satu faktor terjadinya banjir di pemukiman seputaran danau, karena terhentinya proyek revitalisasi Danau Tondano.
“Kami minta Pak Presiden Prabowo Subianto agar melanjutkan revitalisasi Danau Tondano. Karena salah satu penyebab banjir adalah belum dilanjutkan proyek tersebut,” kata Christian Sarageti, salah satu warga Ranomerut, Eris, kepada media ini, Rabu (14/5/2025). "Kami harap pembangunan tanggul bisa didahulukan. Mengingat tanggul tersebut adalah salah satu cara untuk mencegah banjir jika kondisi hujan berkepanjangan," pintanya.
Hal yang sama diutarakan Marthen, warga Eris. Menurutnya, pembangunan revitalisai Danau Tondano, berfungsi sebagai penahan sedimentasi.
“Kalau revitalisasi ini tidak berlanjut, malahan akan membahayakan warga yang bermukim di pesisir Danau Tondano. Tapi kalau itu berlanjut, banyak manfaat yang diperoleh oleh masyarakat sekitar,” katanya. Christo, warga Kakas juga mengungkapkan jika revitalisasi Danau Tondano dilanjutkan, akan meningkatkan ekonomi warga sekitar. Selain menjadi objek wisata, juga bermanfaat untuk kelestarian danau.
“Tapi, dampak negatif jika tidak dilanjutkan. Ya seperti saat ini yang kita rasakan yaitu pemukiman warga tergenang air karena terjadi pendangkalan,” ungkapnya.
Untuk itu, Christo meminta agar pemerintah pusat lebih khusus Presiden Prabowo mendengar keluhan masyarakat Minahasa, agar melanjutkan revitalisasi Danau Tondano
“Sudah banyak warga seputaran danau menderita karena rumah mereka tergenang air. Bahkan, sudah beberapa minggu air danau semakin naik. Jadi kami mohon Pak Presiden Prabowo mendengar aspirasi kami ini,” ujar Christo.
Diketahui, saat ini, ada ratusan rumah di pesisir Danau Tondano tergenang air yang mencapai satu meter. Selain, faktor curah hujan yang intens dan sampah, penyebab terjadinya naiknya debit air Danau Tondano, karena terjadi pendangkalan akibat sedimentasi.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan