Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kenangan Abadi Lani Ratulangi dan Sang Ayah Pahlawan Nasional Sam Ratulangi di Rumah Masa Kecil, Wale Tuminau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulut

Filip Kapantow • Selasa, 15 Juli 2025 | 13:01 WIB
 
 
ABADI: Kenangan abadi Lani Ratulangi (duduk, kanan bawah) dan Sang Ayah Pahlawan Nasional Sam Ratulangi (duduk, tengah paling kiri) di rumah masa kecil, Wale Tuminau Tondano, Kabupaten Minahasa.
ABADI: Kenangan abadi Lani Ratulangi (duduk, kanan bawah) dan Sang Ayah Pahlawan Nasional Sam Ratulangi (duduk, tengah paling kiri) di rumah masa kecil, Wale Tuminau Tondano, Kabupaten Minahasa.
 
MANADOPOST.ID — Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti Wale Tuminau, rumah keluarga besar Ratulangi di Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, pada Selasa sore ini. 
 
Di tempat yang sarat sejarah itu, jenazah Everdina Augustina Matulanda Ratulangi—lebih dikenal sebagai Lani Ratulangi—akan disemayamkan setelah tiba pukul 17.00 WITA, usai menempuh perjalanan dari Jakarta.
 
Wale Tuminau bukan sekadar rumah bagi keluarga Ratulangi, melainkan saksi bisu dari ikatan mendalam antara Lani dan sang ayah, Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (GSSJ Ratulangi), Pahlawan Nasional asal Minahasa. 
 
Di rumah ini pula, kenangan masa kecil Lani bersama ayahnya terukir kuat, dalam suasana penuh nilai perjuangan, pendidikan, dan kasih keluarga.
 
Sebagai putri dari tokoh bangsa, Lani tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
 
Ia sering mendampingi sang ayah dalam aktivitas sosial dan pendidikan, menyerap semangat juang dan cinta tanah air yang kelak menjadi warisan moral yang ia bawa sepanjang hayatnya.
 
Kini, Lani kembali ke rumah masa kecilnya untuk terakhir kali, bukan hanya sebagai putri sang pahlawan, tetapi juga sebagai penjaga kenangan dan warisan nilai-nilai luhur yang ditanamkan ayahnya.
 
Keluarga besar, masyarakat Minahasa, serta tokoh-tokoh daerah akan hadir di Wale Tuminau untuk memberi penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi jembatan antara generasi masa kini dengan semangat kebangsaan dari masa lalu. (mpd)
Editor : Filip Kapantow