Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa, Lona Wattie SSTP MSi, sesuai arahan Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MAP dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS. Rapat ini melibatkan sejumlah perangkat daerah serta stakeholder terkait. Dalam rapat tersebut dibahas secara rinci kebutuhan yang mendesak pascabencana, termasuk data kerusakan, kerugian, dan upaya rehabilitasi maupun rekonstruksi yang perlu segera dilaksanakan.
“Pengkajian ini sangat penting agar kita memiliki dasar perencanaan yang kuat untuk penanganan jangka menengah dan panjang, serta menjadi acuan bagi usulan bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat,” kata Lona.
Ia menambahkan bahwa banjir yang melanda Minahasa dua bulan lalu telah menjadi perhatian tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga sampai ke pemerintah pusat. Karena itu, proses pengumpulan data dan validasi kerusakan menjadi fokus utama agar intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran.
Rapat ini juga menjadi bagian dari mekanisme penanggulangan bencana yang menyeluruh. Setelah tahap tanggap darurat, pengkajian kebutuhan menjadi tahapan penting sebelum masuk pada fase pemulihan. Pemerintah berharap seluruh instansi teknis dapat bekerja cepat dan akurat dalam menyusun laporan Jitupasna, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera dimulai.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap pemulihan pascabencana di Minahasa dapat berjalan maksimal dan masyarakat yang terdampak segera kembali beraktivitas secara normal,” pungkas Wattie.(ler)