Motif Tsuru dan Garuda yang terpadu menggambarkan persahabatan lintas budaya, menyatukan semangat dua bangsa dalam satu bingkai seni. Tsuru, burung bangau yang melambangkan keberuntungan dan umur panjang dalam budaya Jepang, berpadu harmonis dengan Garuda, lambang kekuatan dan kebebasan bangsa Indonesia.
Dengan penuh semangat, Naru mengaku bangga mendapat kesempatan langka tersebut. “Ini pengalaman pertama saya membuat mural di Indonesia,” ujarnya sambil memandangi karyanya yang kini menghiasi wajah sekolah.
Hangatnya sambutan para siswa dan masyarakat sekitar membuat Naru merasa seperti berada di rumah. Dukungan itu menjadi energi positif hingga ia menuntaskan karyanya dengan sepenuh hati. “Saya akan selalu mengenang momen berharga ini dan menjaga tempat ini dengan penuh rasa hormat. Terima kasih,” ungkapnya.
Bagi Naru, mural ini bukan sekadar seni visual. Ia adalah pesan tentang kebersamaan, penghormatan pada budaya, dan ikatan persahabatan yang tak lekang oleh waktu.
Owner Tsunagu Japan Indonesia, Liony Leontin Mongi, pun tak menyembunyikan kekagumannya. Ia menilai, karya seni adalah warisan berharga yang patut dihargai. “Terima kasih kepada kawan kami asal Jepang, Naru, yang telah meninggalkan jejak seninya di Kantor Tsunagu Japan Indonesia di Tonsea Lama, Tondano,” ujarnya penuh apresiasi.
Kini, mural Tsuru dan Garuda itu berdiri megah di dinding TJI, menjadi pengingat akan indahnya kolaborasi lintas budaya, sekaligus simbol persahabatan yang terpatri dalam warna dan bentuk.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan