Kunjungan ini bertujuan mendukung sekaligus memberi semangat kepada para pengrajin yang menjadi kebanggaan Minahasa.
Sejumlah lokasi yang dikunjungi antara lain UKA ART di Maumbi, N’ Craft di Eris, Pusat Pelatihan Keramik Pulutan, UD Ester di Kayuuwi, serta Art For Jesus (AFJ) Gallery di Kumbuan Satu. Masing-masing sentra memiliki ciri khas dan karya unik yang menggambarkan kekayaan budaya Minahasa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Minahasa Martina Lengkong menyampaikan apresiasinya kepada para pengrajin yang terus berkarya meski menghadapi tantangan zaman. “Kami bangga melihat kreativitas dan ketekunan para pengrajin. Inilah identitas budaya Minahasa yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.
Selain kunjungan, tim Dekranasda juga melakukan proses pembuatan video promosi sebagai bagian dari persiapan Minahasa mengikuti Kriyanusa 2025, ajang pameran kerajinan nasional yang rutin digelar di Jakarta. Video tersebut menampilkan berbagai hasil karya pengrajin lokal untuk memperkenalkan potensi kerajinan Minahasa kepada masyarakat luas.
Melalui langkah ini, Dekranasda Minahasa berharap karya para pengrajin dapat semakin dikenal, memiliki daya saing, serta menjadi kebanggaan bersama. “Harapan kami, produk kerajinan Minahasa tidak hanya diminati secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” kunci MWL.(ler)