Sebanyak 208 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan ini, yang terbagi dalam 13 kelas. Menariknya, 176 orang di antaranya memilih fokus pada pelatihan pembuatan roti dan kue yang dinilai memiliki prospek usaha menjanjikan.
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar membekali keterampilan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat.
“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah bagaimana masyarakat kita bisa menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri. Setelah mengikuti pelatihan, harapan kami para peserta bukan lagi sebagai pencari kerja, tetapi pemberi kerja,” ujar Vanda.
Ia menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat keluarga.
“Ini adalah target besar kami. Jika keluarga mandiri, maka ekonomi Minahasa juga akan semakin kuat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Minahasa, Martina W Dondokambey-Lengkong, turut memberikan materi dengan menekankan peran penting perempuan sebagai motor penggerak ekonomi.
“Perempuan tidak hanya berperan dalam ekonomi keluarga, tetapi juga harus mampu berinovasi. Inovasi menjadi kunci untuk bersaing di masa depan,” ungkapnya.
MWL pun mendorong peserta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan produk makanan lokal yang berdaya saing.
“Perempuan Minahasa adalah kunci penggerak perekonomian keluarga. Mari kita dukung bersama investasi pada pelatihan dan pemberdayaan perempuan,” tandasnya.(ler)