Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Begini Harapan Owner BMW, Martina Lengkong di Momen Hari Batik Nasional, Penuh Inspirasi Kemajuan Kerajinan Daerah

Lerby Fabio Tamuntuan • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:27 WIB

Owner Batik Martina Watok (BMW), Martina W Dondokambey Lengkong SE
Owner Batik Martina Watok (BMW), Martina W Dondokambey Lengkong SE
MANADOPOST.ID--Di balik setiap helai kain batik, tersimpan cerita budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Begitu pula dengan Batik Martina Watok (BMW), karya yang lahir dari tangan dingin seorang perempuan Minahasa, Martina Watok Dondokambey Lengkong SE (MWL).

Nama Martina Lengkong tidak asing lagi bagi pecinta batik di Sulawesi Utara. Penggagas sekaligus owner Batik BMW ini dikenal sebagai sosok yang gigih mengangkat kekayaan lokal Minahasa lewat motif-motif khas yang dituangkan dalam setiap desainnya. Pada momentum Hari Batik Nasional 2025, ia menyampaikan harapan besar agar batik Minahasa semakin dikenal luas.

“Selamat Hari Batik Nasional. Semoga kerajinan batik akan selalu menjadi budaya Indonesia dan terus dikenal dan dicintai bukan hanya masyarakat Indonesia sendiri tetapi juga dunia,” ungkap istri Bupati Minahasa Robby Dondokambey ini penuh semangat, Kamis (2/10/2025) kepada Manado Post.

Sejak awal dilaunching pada 4 November 2022, BMW hadir membawa identitas kuat. Tidak sekadar motif, batik BMW menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa. Mulai dari simbol rumah panggung Minahasa, Danau Tondano, hingga pala dan kelapa, serta keragaman budaya Minahasa. Semuanya menjadi inspirasi dalam setiap helai batik BMW.

“Memang pembuatan batik ini bertujuan untuk mengangkat dan mempromosikan produk-produk lokal dari Minahasa,” tambah Ketua Dekranasda Minahasa itu.

Keunikan inilah yang membuat BMW lebih dari sekadar karya busana. Ia menjadi representasi kebanggaan daerah yang ditenun dengan rasa cinta pada budaya. Di setiap motif, terselip doa agar warisan Minahasa tetap lestari, sekaligus terbuka untuk dikenal dunia.

Kini, setelah dua tahun hadir, Batik BMW semakin mantap melangkah. Martina Lengkong berharap, lewat batik, Minahasa bisa tampil percaya diri menunjukkan jati dirinya. Karena baginya, batik bukan hanya kain, melainkan cerita panjang tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana budaya ini akan dibawa.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Kerajinan Daerah #Batik Martina Watok BMW #hari batik nasional 2025 #Martina Lengkong #sulawesi utara #Minahasa