Nama Martina Lengkong tidak asing lagi bagi pecinta batik di Sulawesi Utara. Penggagas sekaligus owner Batik BMW ini dikenal sebagai sosok yang gigih mengangkat kekayaan lokal Minahasa lewat motif-motif khas yang dituangkan dalam setiap desainnya. Pada momentum Hari Batik Nasional 2025, ia menyampaikan harapan besar agar batik Minahasa semakin dikenal luas.
“Selamat Hari Batik Nasional. Semoga kerajinan batik akan selalu menjadi budaya Indonesia dan terus dikenal dan dicintai bukan hanya masyarakat Indonesia sendiri tetapi juga dunia,” ungkap istri Bupati Minahasa Robby Dondokambey ini penuh semangat, Kamis (2/10/2025) kepada Manado Post.
Sejak awal dilaunching pada 4 November 2022, BMW hadir membawa identitas kuat. Tidak sekadar motif, batik BMW menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa. Mulai dari simbol rumah panggung Minahasa, Danau Tondano, hingga pala dan kelapa, serta keragaman budaya Minahasa. Semuanya menjadi inspirasi dalam setiap helai batik BMW.
“Memang pembuatan batik ini bertujuan untuk mengangkat dan mempromosikan produk-produk lokal dari Minahasa,” tambah Ketua Dekranasda Minahasa itu.
Keunikan inilah yang membuat BMW lebih dari sekadar karya busana. Ia menjadi representasi kebanggaan daerah yang ditenun dengan rasa cinta pada budaya. Di setiap motif, terselip doa agar warisan Minahasa tetap lestari, sekaligus terbuka untuk dikenal dunia.
Kini, setelah dua tahun hadir, Batik BMW semakin mantap melangkah. Martina Lengkong berharap, lewat batik, Minahasa bisa tampil percaya diri menunjukkan jati dirinya. Karena baginya, batik bukan hanya kain, melainkan cerita panjang tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana budaya ini akan dibawa.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan