Penyematan gelar dilakukan langsung oleh Tonaas Wangko Um Banua, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan komitmen Bupati Robby dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya Minahasa. Momen ini menjadi salah satu sorotan penting dalam rangkaian perayaan hari bersejarah tanah leluhur Minahasa.
Tonaas Wangko, sebuah gelar yang sarat makna, bukan hanya sekadar simbol kehormatan. Gelar ini mencerminkan pengakuan masyarakat adat terhadap sosok pemimpin yang dianggap memiliki jiwa kepemimpinan kuat, bijaksana, dan berkomitmen pada pengabdian bagi tanah dan rakyatnya.
Dalam suasana penuh kearifan lokal, prosesi pengukuhan disambut tepuk tangan hangat para undangan yang hadir, termasuk jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah Minahasa. Bagi Bupati Robby, gelar ini bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk terus melestarikan budaya dan nilai-nilai Mapalus yang menjadi identitas Minahasa.
"Ini sebuah amanah bagi saya. Untuk tetap terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Minahasa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama ditengah masyarakat," sebut Tonaas Wangko Robby Dondokambey.
Penyematan gelar Tonaas Wangko menegaskan posisi Robby Dondokambey tak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai figur pemersatu yang menjaga warisan budaya di tengah kemajuan zaman. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Minahasa terus berupaya menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.(ler)