Disinyalir, bocah tersebut ada di seputaran lahan pekuburan. Namun disinyalir sesuai penuturan masyarakat sekitar, disembunyikan makhluk tak kasat mata atau makhluk gaib. Kejadian tersebut mulai disangkut paitkan dengan hal mistis.
Camat Tombulu Dedit Telaumbanua bersama 6 Personil BPBD Minahasa dipimpin Kasi Kedaruratan Arthur Lontaan, Kapolsek Tombulu Ipda Bernard Tatareda.
Kemudian, Danramil 1309-04/PTM Kapten Arm. Zadrak Carles Sonlay, Babhinsa Tombuluan Koptu Romario, dan Hukum Tua Desa Tombuluan Minggus Languyu, bersama Tim Basarnas tadi malam, turun langsung melakukan pencarian.
Dari informasi yang dirangkum Manado Post di lokasi kejadian, Bocah yang kesehariannya dipanggil Roy ini, diinfokan hilang sejak pukul 10.00 pagi.
Hukum Tua Desa Tombuluan Minggus Languyu menyebut, pencarian pertama baru melibatkan keluarga dan kerabat sekitar. Nanti, setelahnya siang menjelang sore, melibatkan pemerintah setempat.
"Sore, saya setelah mendapat info langsung menginformasikan kepada seluruh masyarakat. Kemudian dilakukan pencarian bersama, menyasar seluruh lokasi pekuburan dan perkebunan," ungkapnya kepada Manado Post, tadi malam.
Doa dan ibadah dilaksanakan di lokasi kehilangan oleh tokoh agama setempat. Tim dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pemdes dan masyarakat Tombuluan masih terus melakukan pencarian.
"Kalau hasil nihil malam ini. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," sebut Hukum Tua Tombuluan.
Ditempat yang sama, Ibu RR, Krisye Lengkong mengaku anaknya memang biasa bermain di sekitar lokasi itu, namun baru kali ini tak kunjung pulang.
“Dia biasanya kalau bermain tidak lama sudah balik ke rumah untuk minum susu. Tapi hari ini terakhir dilihat jam 10 pagi, setelah itu sudah tidak balik-balik,” tutur Krisye.
Sementara menurut warga setempat yang ikut dalam pencarian, RR sempat terlihat saat dicari. Namun, saat hendak ditangkap atau diamankan untuk dilindungi, hilang seperti berpindah tempat.
"Tadi saat pencarian, kami sudah melihat (Roy). Namun, saat hendak ditangkap, hilang berpindah tempat," ungkap Riko Wowiling warga setempat.
Bagi warga, percaya atau tidak percaya, hal ini baru pertama kali disaksikan langsung.
"Semoga bisa cepat ditemukan," sebut sejumlah warga setempat.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan