Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, di antaranya Sten Wawolangi, Joni Tumbol, Deni Mamahit, dan Mexel Tumbol, kejadian bermula saat warga mencurigai beberapa mobil asing yang kerap melintas di lorong desa pada tengah malam.
Kecurigaan itu diperkuat oleh maraknya kasus anjing peliharaan warga yang mati secara misterius dalam beberapa waktu terakhir.
Warga kemudian melakukan penjagaan di sejumlah titik jalan. Tak berselang lama, beberapa ekor anjing milik warga ditemukan mati di jalan, diduga akibat diracun menggunakan potas. Anjing-anjing tersebut diketahui milik Jery Lasut, Rowan Seroh, Adol Mamahit, dan Wely Roring.
Situasi semakin memanas ketika warga menghentikan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi DB 1710 ML. Saat dilakukan pemeriksaan pada bagian bagasi, warga menemukan empat ekor anjing dalam kondisi sudah mati, salah satunya diketahui milik Rowan Seroh.
Di dalam mobil tersebut terdapat tiga orang yang tidak dikenal oleh warga. Namun, ketiganya melarikan diri saat situasi mulai ramai. Emosi warga yang tersulut akibat seringnya kehilangan hewan peliharaan akhirnya memuncak hingga berujung pada aksi pembakaran kendaraan tersebut.
Selain itu, HP diduga milik korban tertinggal di lokasi. Dan wajah pelaku terpampang jelas di walpaper hp dan mulai di bagikan masyarakat. Pagi hari, diketahui pelaku telah ditemukan dan dilakukan interogasi oleh masyarakat dan pihak kepolisian
Menanggapi kejadian ini, Kepolisian Sektor Kombi yang dipimpin Kapolsek Kombi IPTU Alen Pop Lariwu, S.H., segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kapolsek Kombi mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak main hakim sendiri. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku, termasuk dugaan tindak pidana pencurian dan peracunan hewan.
“Apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran hukum, kami minta agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk ditangani secara resmi,” ujar IPTU Alen Pop Lariwu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mendokumentasikan seluruh rangkaian kejadian guna mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan