Kecelakaan melibatkan Suzuki FU hitam tanpa TNKB yang dikendarai M.Y.M., warga Rinegetan Tondano Barat; Honda Vario biru DB 5414 TD dikendarai D.G.A.M., warga Leleko Remboken; serta Honda Vario merah hitam tanpa TNKB dikendarai J.L., warga Tataaran Dua Tondano Selatan. Ketiganya datang bersama kelompok sekitar 20 anak muda yang berkumpul di kawasan boulevard.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, sebelum insiden terjadi, para pemuda tersebut sempat membicarakan rencana untuk melakukan balap liar. Setelah sepakat, M.Y.M. bersama beberapa rekannya mengambil posisi start di simpang empat boulevard. Sementara itu, D.G.A.M. dan J.L. berada sekitar 150 meter dari titik start.
Tak lama berselang, suara deru mesin memecah sunyi dini hari ketika mereka melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah Patong Korengkeng. Baru sekitar 100 meter dari titik start, motor yang dikendarai M.Y.M. bertabrakan keras dengan kendaraan D.G.A.M. yang berada di jalur kanan menuju simpang empat. Benturan tersebut membuat motor J.L. yang melaju pelan di lajur kiri ikut terseret dan terlibat kecelakaan.
Akibat benturan hebat itu, M.Y.M. meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara D.G.A.M. dan J.L. mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Pemeriksaan awal menunjukkan kondisi jalan dalam keadaan lurus dan kendaraan yang terlibat tidak ditemukan mengalami kerusakan teknis sebelum kecelakaan. Lingkungan sekitar juga tidak memiliki gangguan berarti. Namun minimnya pencahayaan dini hari ikut memperbesar risiko tabrakan. Faktor manusia, terutama dugaan kelalaian serta aksi balap liar, kini menjadi fokus penyelidikan Unit Laka Lantas Polres Minahasa.
Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp1 juta. Polisi telah mengambil sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, memeriksa kondisi para korban di rumah sakit, hingga mengamankan barang bukti kendaraan. Penyelidikan lanjutan masih berlangsung untuk mengungkap detail lengkap kecelakaan dan kemungkinan adanya unsur pidana lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan balap liar tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama di jam-jam rawan seperti dini hari.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan