Bantuan alat tulis kantor (ATK) tersebut disalurkan oleh Yayasan Tsunagu Japan Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan di Sulawesi Utara. Bagi yayasan ini, Minahasa bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi bagian dari perjalanan kebersamaan yang ingin terus dijaga dan dirawat melalui aksi nyata.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari Kabupaten Minahasa. Bantuan ini kami harapkan dapat menjadi pemantik semangat belajar bagi anak-anak untuk meraih cita-cita setinggi langit,” ungkap Ketua Yayasan Tsunagu Japan Indonesia, Liony Leontin Mongi.
Perjalanan bantuan ini tidak terjadi dalam semalam. Proses panjang telah dimulai sejak April 2025, melewati berbagai tahapan administrasi, koordinasi lintas lembaga, hingga akhirnya terealisasi pada Februari 2026. Di balik paket-paket ATK yang diterima para siswa, tersimpan kerja kolektif dan sinergi banyak pihak.
Dukungan datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pendidikan Provinsi, Pemerintah Kabupaten Minahasa, hingga pemerintah pusat. Bupati Minahasa, Dr (HC) Robby Dondokambey SSi MM MAP, memberikan dukungan penuh terhadap program yang berfokus pada penguatan pendidikan tersebut.
Peran Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Republik Indonesia juga menjadi bagian penting dalam memastikan rekomendasi dan koordinasi berjalan dengan baik. Sementara itu, Kantor Bea Cukai Bitung berkontribusi besar dengan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak, sehingga proses logistik bantuan dari luar negeri dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Tak kalah penting, upaya pengawalan dari tingkat pusat hingga daerah yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Fransiscus Enoch SH.
”Penyaluran kali ini merupakan tahap pertama, dengan total 104 paket ATK yang dibagikan kepada siswa SD GMIM Tonselama. Tahap berikutnya akan menyusul, menyasar sekolah-sekolah lain di berbagai wilayah Minahasa secara bertahap,” tambah Mongi, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Minahasa.
Yayasan Tsunagu Japan Indonesia berharap, langkah kecil yang dimulai dari satu sekolah ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan membawa dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa.(***)
Editor : Tanya Rompas