Perayaan yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi bagi kader GMNI dalam membaca arah pembangunan daerah ke depan. Mengusung tema “Geostrategi Sinyo Harry Sarundajang dan Masa Depan Pembangunan Daerah Berbasis Gotong Royong,” kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai kekuatan utama.
Dalam sambutannya, Vasung menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar jargon, melainkan fondasi yang harus terus dirawat dalam setiap lini pembangunan. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk mahasiswa.
“Kader GMNI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan serta turut berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda, khususnya kader GMNI, untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Peran mahasiswa dinilai strategis, bukan hanya sebagai agen perubahan, tetapi juga penjaga arah pembangunan yang berkarakter.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Elias Daud Pangkey selaku Guru Kader GMNI, Richard Pangkey, serta Ivan Sarundajang. Hadir pula para alumni GMNI Sulawesi Utara bersama seluruh kader yang memenuhi lokasi kegiatan.
Momentum Dies Natalis ini pun terasa semakin bermakna dengan kehadiran lintas generasi kader, yang memperkuat semangat kebersamaan dan kesinambungan nilai perjuangan organisasi.
Didampingi Camat Kawangkoan Stenly Umboh, Wakil Bupati Minahasa berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan tahunan semata, melainkan menjadi titik tolak lahirnya gagasan dan aksi nyata dalam pembangunan daerah berbasis gotong royong.
Dengan semangat yang terus menyala, GMNI diharapkan tetap menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan di tanah Minahasa.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan