Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Viral Pertikaian Siswi SMP di Pineleng, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Minahasa dan Pihak Sekolah

Lerby Fabio Tamuntuan • Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB
MEDIASI: Upaya mediasi dilakukan melibatkan semua pihak, Senin (13/4/2026).
MEDIASI: Upaya mediasi dilakukan melibatkan semua pihak, Senin (13/4/2026).

MANADOPOST.ID--Menanggapi beredarnya video penganiayaan yang melibatkan dua siswi di SMP Katolik St. Fransiskus Pineleng, Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama Yayasan Katolik langsung bergerak cepat.

Tindakan upaya mediasi langsung dilakukan melibatkan Dinas Pendidikan, Yayasan Katolik, PPA, Pihak Sekolah, Kepolisian, serta orang tua murid, Senin (13/4/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Drs Arthur Palilingan kepada Manado Post  menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat bagi peserta didik.

Terkait video yang viral, pihaknya menegaskan tidak akan berspekulasi sebelum dilakukan verifikasi fakta secara menyeluruh.

“Video yang beredar kami jadikan sebagai bahan klarifikasi dan evaluasi bersama. Setiap laporan akan ditangani secara serius, objektif, dan transparan dengan tetap mengedepankan perlindungan anak,” ujarnya.

Menurut dia, langkah mediasi sudah dilakukan, dan semua berharap akan ada titik tengah yang baik bagi kedua pihak dan terlebih para siswi yang terlibat.

"Kami sudah melakukan mediasi. Semoga langkah cepat ini bisa mendalat hasil yang baik. Dan kedua siswi yang terlibat bisa melanjutkan pendidikan dengan benar dan tidak ada lagi perselisihan. Kita harus jaga mental para siswi," tuturnya.

Lebih lanjut, Palilingan mengakui bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh teknologi hingga dinamika sosial yang turut memengaruhi perilaku siswa. 

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bukan berarti dunia pendidikan dalam keadaan tidak sehat, melainkan sedang menghadapi ujian yang harus dijawab dengan kebijakan yang tepat.

“Ini bukan soal dunia pendidikan yang tidak sehat, tetapi bagaimana kita bersama menjawab tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif,” jelasnya.

Terkait kasus kekerasan dan perundungan (bullying), Kadis menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan telah dan akan terus mengambil langkah konkret, di antaranya:
Memastikan setiap sekolah memiliki dan menjalankan SOP penanganan kekerasan dan bullying secara tegas

Memperkuat pendidikan karakter serta pembinaan guru dan peran konselor (BK)Mendorong keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam pembinaan siswa Menangani setiap kasus dengan prinsip keadilan restoratif, yakni melindungi korban, membina pelaku, dan memulihkan hubungan sosial

“Kami ingin memastikan sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi setiap anak,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan media, untuk bersama-sama menjaga ekosistem pendidikan yang positif.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi generasi masa depan,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Katolik St. Fransiskus Pineleng Erry Ratag menjelaskan, bahwa memang saat kejadian terjadi di luar sekolah dan jam sekolah. Meski begitu, pihaknya tetap mengaku bertanggung jawab dalam penyelesaian peemasalahan tersebut.

"Kami sangat menyayangkan kejadian itu terjadi. Meski saat kejadian terjadibdi luar sekolah dan diluar jam sekolah. Namun, kami wajib bertanggung jawab. Upaya pendekatan dan penyelesaian masalah ini sudah dibahas bersama pihak-pihak berwenang dengan melibatkan siswi dan orang tua kedua belah pihak," jelasnya 

Dirinya berharap, kejadian ini bisa menjadi perhatian dalam memberikan pengawasan dan pendidikan ekstra kepada siswa-siswi.

"Semoga kejadian ini bisa selesai dengan segala baik. Dan tidak berimbas pada mental dan kualitas pendidikan siswa. Kami berharap ada dukungan juga dari semua pihak," tandasnya.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Dinas Pendidikan Minahasa #Siswi SMP #video Viral #Viral #Arthur Palilingan