Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PMI Minahasa Maksimalkan Peran Kemanusiaan, Tak Hanya Aksi Donor Darah, Bantuan, Pelatihan dan Layanan Kesehatan Difokuskan

Lerby Fabio Tamuntuan • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:52 WIB
TERUS BERPERAN: PMI Kabupaten Minahasa terus berperan menggalakan aksi kemanusiaan kepada masyarakat.
TERUS BERPERAN: PMI Kabupaten Minahasa terus berperan menggalakan aksi kemanusiaan kepada masyarakat.

MANADOPOST.ID--Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa terus memaksimalkan perannya dalam pelayanan kemanusiaan, termasuk mengintensifkan ajakan kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan donor darah.

PMI menegaskan, tugas mereka tidak hanya sebatas membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga mencakup berbagai aksi kemanusiaan lain seperti penanganan bencana, pelayanan sosial, pendidikan dan pelatihan, hingga layanan kesehatan masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Minahasa Sarah Dondokambey SH MH melalui Sekretaris PMI Minahasa, dr Reigen Mamesah, mengatakan seluruh tugas dan fungsi PMI telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang, sehingga tanggung jawab organisasi ini jauh lebih luas dari yang selama ini dipahami sebagian masyarakat.

“Kami terus memaksimalkan peran dan tugas PMI untuk masyarakat. Selain memfasilitasi donor darah, ada banyak tugas kemanusiaan lain yang juga wajib dijalankan PMI. Semua itu sudah diatur dalam undang-undang,” ujar Mamesah kepada Manado Post, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, PMI Minahasa terus berupaya menjaring pendonor sukarela melalui berbagai kegiatan donor darah, termasuk dengan sistem mobile atau jemput bola ke berbagai lokasi untuk mempermudah masyarakat berpartisipasi.

Menurutnya, penting untuk dipahami bahwa PMI bukan lembaga yang memproduksi darah. Ketersediaan stok darah sepenuhnya bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai pendonor sukarela.

“Perlu diluruskan bahwa PMI tidak memproduksi darah. Stok darah sepenuhnya bergantung pada partisipasi donor sukarela masyarakat. Saat jumlah pendonor menurun, maka ketersediaan darah juga ikut terdampak. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk rutin berdonor,” jelasnya.

Selain pelayanan darah, PMI Minahasa juga aktif menjalankan tugas-tugas kemanusiaan lainnya, seperti penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan dasar, edukasi masyarakat, hingga peningkatan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.

Mamesah menambahkan, seluruh tugas tersebut dijalankan secara simultan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

“Semua tugas kemanusiaan ini berjalan beriringan dan dilaksanakan sesuai kapasitas yang ada,” katanya.

Ia menegaskan, dalam menjalankan tugas kemanusiaan, PMI selalu berpegang pada prinsip kemanusiaan, netralitas, dan profesionalitas.

Karena itu, PMI Minahasa membuka ruang bagi kritik dan masukan dari masyarakat selama bersifat membangun dan bertujuan memperkuat pelayanan kemanusiaan.

“Pengurus PMI terbuka terhadap kritik yang membangun. Tapi akan jauh lebih bermanfaat jika kepedulian itu diwujudkan dalam aksi nyata, seperti menjadi pendonor darah dan mengajak orang lain ikut berdonor. Mari fokus pada solusi, karena kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#PMI MINAHASA #donor darah #palang merah indonesia (pmi) #Bantuan Bencana #Sarah Dondokambey